Trending

Indonesia Siapkan Hingga 8.000 Personel untuk Misi Perdamaian di Gaza

KOMPAK: Barisan Tentara Nasional Indonesia - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Indonesia menyatakan tengah bersiap mengirim hingga 8.000 personel militer ke Gaza sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian internasional.

Rencana tersebut dikaitkan dengan tahap lanjutan skema perdamaian Timur Tengah yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dengan pernyataan ini, Indonesia menjadi negara pertama yang menyampaikan komitmen jumlah pasukan secara spesifik.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mengatakan, Indonesia saat ini menyiapkan satu brigade untuk kemungkinan penugasan tersebut, dengan kekuatan diperkirakan antara 5.000 hingga 8.000 personel.

“Semuanya masih dinegosiasikan, belum pasti. Jadi sampai sekarang belum ada kepastian soal jumlahnya,” kata Maruli.

Ia menambahkan, pelatihan bagi personel yang disiapkan telah dimulai. Fokus utama pasukan yang akan dikirim mencakup satuan kesehatan dan teknik.

“Kami sudah mulai melatih orang-orang yang berpotensi menjadi penjaga perdamaian. Jadi kami menyiapkan satuan teknik dan kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, radio publik Israel pada Selasa (10/2/2026) melaporkan bahwa sebuah lokasi di Gaza selatan, di antara Rafah dan Khan Younis, telah ditetapkan sebagai lokasi barak bagi pasukan Indonesia.

Jika terealisasi, kehadiran pasukan Indonesia akan menjadi momen bersejarah. Penempatan tersebut akan menjadi kehadiran pasukan asing pertama di Gaza sejak 1967, sekaligus menempatkan Indonesia—negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia—di pusat dinamika konflik Timur Tengah.

Indonesia sebelumnya telah bergabung dengan Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang diinisiasi Presiden Donald Trump dan diumumkan bulan lalu. Dewan tersebut memiliki mandat dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk membentuk International Stabilization Force (ISF) yang bertugas membantu mengamankan wilayah perbatasan Gaza dan memastikan demiliterisasi, termasuk pelucutan senjata Hamas.

Dewan Perdamaian dijadwalkan menggelar pertemuan perdana di Washington pada 19 Februari mendatang.

Dalam Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos bulan lalu, Jared Kushner, menantu Presiden Trump, menyebut Gaza akan dikelola sementara oleh pemerintahan teknokrat Palestina. Administrasi tersebut akan menangani urusan harian, termasuk proses pelucutan Hamas, dengan dukungan kepolisian Palestina yang dilatih di Yordania dan Mesir.

Sumber: Kompas.com

Lebih baru Lebih lama