Trending

170 Personel dan 15 Tim Sawit Dikerahkan Tangani Karhutla Syarkawi

SINERGITAS: Personel Disbunnak Kalsel bersama tim perusahaan sawit - Foto Dok MC Kalsel

RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalimantan Selatan mengerahkan lebih dari 170 personel bersama 15 tim perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk memperkuat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi, Kabupaten Banjar, Minggu (11/10/2026).

Pengerahan tersebut dilakukan setelah penanganan karhutla di kawasan Pengayuan mulai menunjukkan penurunan intensitas. Personel dan peralatan kemudian dialihkan untuk membantu wilayah Jalan Gubernur Syarkawi yang masih memerlukan penanganan.

Kepala Disbunnak Kalsel, Suparmi, mengatakan tim yang dikerahkan berasal dari sejumlah grup perusahaan perkebunan, baik yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) maupun di luar keanggotaan organisasi tersebut.

“Alhamdulillah, tim dari perkebunan kelapa sawit yang tergabung dalam GAPKI Cabang Kalsel menurunkan 15 tim dari beberapa grup perusahaan. Semuanya dikoordinasikan untuk membantu pemadaman, pembasahan, dan penanganan karhutla di wilayah Gubernur Syarkawi,” ujar Suparmi.

Personel didukung mobil tangki, tandon air, pompa, mesin pemadam, dan perlengkapan lainnya. Disbunnak Kalsel juga menyiapkan 13 unit biovlog untuk mendukung penanganan di lokasi serta merencanakan pendirian posko kecil guna mempermudah komunikasi dan koordinasi antartim.

Untuk memperjelas tanggung jawab di lapangan, setiap perusahaan mendapat pembagian wilayah kerja dengan cakupan sekitar 30 hektare per blok. Pembagian ini diharapkan membantu tim memusatkan pemadaman dan pembasahan pada area yang menjadi tanggung jawab masing-masing.

Selain itu, enam unit mobil pemadam kebakaran profesional dilibatkan untuk membantu penanganan di titik-titik yang membutuhkan tambahan dukungan.

Suparmi menjelaskan, sebelum dialihkan ke Jalan Gubernur Syarkawi, Disbunnak bersama GAPKI Kalsel telah membantu menangani karhutla di Pengayuan sejak 23 Agustus 2026. Penanganan di kawasan tersebut melibatkan Polda Kalsel, TNI, Satpol PP dan Damkar, serta unsur terkait lainnya.

“Atas arahan Bapak Gubernur, karena penanganan di Pengayuan sudah mulai landai dan intensitas karhutla berkurang, tim kemudian digeser untuk membantu di wilayah Jalan Gubernur Syarkawi,” jelasnya.

Menurut Suparmi, pengalaman perusahaan perkebunan dalam menjaga kawasan konsesi dan area di sekitarnya dapat mendukung upaya pengendalian kebakaran. Perusahaan juga memiliki tanggung jawab mencegah api dari luar wilayah operasional merambat ke area perkebunan.

Ketua GAPKI Kalsel, Eddy Sapta Binti, menegaskan dukungan perusahaan terhadap upaya pemerintah daerah menangani karhutla. Dukungan tersebut dilakukan dengan mengerahkan personel dan peralatan, meski setiap perusahaan tetap harus menjaga keamanan kebunnya masing-masing.

“Prinsipnya, perusahaan perkebunan kelapa sawit dan anggota GAPKI mendukung apa pun yang dilaksanakan pemerintah daerah. Kami berkomitmen membantu, bahkan banyak personel yang digeser ke sini, padahal masing-masing kebun juga harus tetap dijaga,” ungkap Eddy.

Pengerahan personel, pembagian wilayah kerja, dan dukungan sarana pemadaman menjadi bagian dari upaya bersama untuk menangani karhutla di Jalan Gubernur Syarkawi. Namun, keberhasilan penanganan tetap bergantung pada perkembangan kondisi api di lapangan dan koordinasi antarpihak. (HMF)

Lebih baru Lebih lama