Trending

Prabowo Targetkan Antrean Haji Turun Menjadi 26 Tahun

SOSOK: Presiden Prabowo Subianto - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, JABAR – Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar terhadap panjangnya antrean haji di Indonesia. Ia menginginkan masa tunggu keberangkatan jemaah yang saat ini mencapai puluhan tahun dapat ditekan hingga sekitar 26 tahun.

Target tersebut disampaikan Ketua Tim Pengawas Haji DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, usai bertemu Presiden di Hambalang, Jawa Barat, Rabu (17/6/2026). Menurutnya, upaya memperpendek antrean haji menjadi salah satu perhatian utama Presiden dalam evaluasi penyelenggaraan ibadah haji.

"Concern beliau yang kami sangat apresiasi adalah bagaimana antrean yang kemarin sudah hampir 35 tahun sampai 40 tahun bisa ditekan menjadi sekitar 26 tahun," ujar Cucun kepada wartawan.

Cucun mengatakan Prabowo tidak hanya menargetkan penurunan masa tunggu hingga 26 tahun. Presiden juga meminta jajarannya mencari berbagai alternatif agar antrean haji bisa dipangkas lebih cepat.

"Bahkan beliau menyampaikan tadi kalau bisa tolong lebih cepat lagi seperti apa skemanya kalau misalkan antrean ini tidak panjang," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Tim Pengawas Haji DPR turut menyampaikan hasil pengawasan penyelenggaraan haji tahun 2026 kepada Presiden. Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah penurunan biaya haji dalam dua tahun terakhir.

Menurut Cucun, kebijakan tersebut memberikan manfaat bagi sekitar 240 ribu calon jemaah yang telah menunggu bertahun-tahun untuk menunaikan ibadah haji.

"Alhamdulillah kami menyampaikan pengawasan dari mulai keberangkatan, bahkan dari mulai menetapkan di panja ongkos naik haji bisa berkurang dalam waktu dua tahun terakhir. Nah 240 ribu orang yang mereka betul-betul sudah bertahun-tahun ingin melaksanakan ibadah haji," ujarnya.

Ia menambahkan pemerintah melalui Kementerian Haji akan mengkaji berbagai skema untuk mempercepat keberangkatan calon jemaah. Langkah tersebut diharapkan dapat terus menekan masa tunggu haji yang saat ini masih mencapai puluhan tahun.

Dengan adanya evaluasi dan penyusunan skema baru, pemerintah berharap masyarakat yang telah lama mengantre dapat memperoleh kesempatan lebih cepat untuk berangkat ke Tanah Suci.

Sumber: Viva.co.id

Lebih baru Lebih lama