Trending

Banjarbaru Sabet Penghargaan Nasional 2026, Bawa Pulang Rp3 Miliar

PRESTASI: Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby meraih Penghargaan Terbaik I kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting dalam ajang Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, KALTIM – Banjarbaru kembali mencuri perhatian nasional setelah meraih penghargaan bergengsi dalam penanganan stunting dan kemiskinan 2026.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby, Banjarbaru meraih Penghargaan Terbaik I kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting Kelompok Kota Regional Kalimantan dalam ajang Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah Berprestasi 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian bersama Direktur Utama Tempo di Platinum Hotel & Convention Hall, Selasa (5/5/2026).

Tak hanya membawa pulang penghargaan bergengsi, Banjarbaru juga mendapat insentif fiskal Rp3 miliar dari pemerintah pusat untuk memperkuat program penanganan stunting dan kemiskinan di daerah.

Penghargaan itu diberikan atas kinerja Pemerintah Kota Banjarbaru yang dinilai unggul dalam mengintegrasikan program penanggulangan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting di kawasan Kalimantan.

Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah indikator, mulai dari konvergensi lintas sektor, capaian layanan hingga tingkat kelurahan, efektivitas intervensi, hingga laju penurunan indikator utama.

Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat Banjarbaru.

“Penghargaan ini adalah milik seluruh masyarakat Banjarbaru. Kami akan terus bekerja memastikan setiap anak tumbuh sehat dan setiap keluarga merasakan peningkatan kesejahteraan,” ujarnya.

Pemerintah Kota Banjarbaru dinilai berhasil menerapkan pendekatan kolaboratif dan berbasis data dalam menekan angka kemiskinan serta mempercepat penurunan stunting.

Salah satu langkah yang dilakukan ialah melalui Pra Musrenbang Tematik Stunting 2026 yang melibatkan 86 pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari SKPD, camat, lurah, kepala puskesmas, kader Posyandu hingga Forum RT/RW.

Forum tersebut digunakan untuk menyelaraskan data dan merumuskan intervensi yang lebih tepat sasaran dalam penanganan stunting.

Selain itu, Banjarbaru juga menjalankan program GENTING atau Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting. Program ini mendorong para pemangku kepentingan menjadi orang tua asuh bagi anak-anak berisiko stunting agar intervensi gizi dan pengasuhan berjalan berkelanjutan.

Lisa mengatakan penghargaan tersebut menjadi pemacu bagi Pemerintah Kota Banjarbaru untuk memperkuat program penanganan stunting dan kemiskinan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

Sumber: MC Banjarbaru 

Lebih baru Lebih lama