![]() |
| Para pedagang pelaku usaha kecil di Pasar Tradisional Terminal Handil Bakti, Kecamatan Alalak, Barito Kuala. (Foto: Khairiadi Asa) |
RILISKALIMANTAN.COM - Saat ini serentak seluruh wilayah Indonesia melaksanakan Sensus Ekonomi tahun 2026. Agenda Badan Pusat Statistik (BPS) setiap sepuluh tahun sekali ini bertujuan untuk memotret struktur ekonomi di seluruh sektor non-pertanian, yang nantinya berfungsi sebagai dasar kebijakan.
Sensus ini akan menyasar para pelaku usaha non-pertanian, mulai dari skala kecil sampai menengah-besar sebagai respondennya. Baik yang konvensional maupun digital. Dimulai sejak 1 Mei hingga 31 Agustus 2026.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Kopperindag) Kabupaten Barito Kuala, Hery Sasmita, S.STP, MAP menyambut baik dilaksanakannya Sensus Ekonomi 2026 tersebut. Ia pun mengimbau kepada pelaku usaha di wilayahnya agar benar-benar memberikan data yang akurat saat petugas sensus menemuinya.
"Saya mengharapkan agar pelaku usaha di wilayah Kabupaten Barito Kuala bisa berpartisipasi aktif, memberikan jawaban yang benar sehingga kebijakan pemerintah bisa tepat sasaran nantinya," ujar Hery Sasmita, yang menyatakan pihaknya akan selalu bersinergi dengan BPS Kabupaten Barito Kuala.
Kebijakan yang tepat sasaran itu menurutnya, antara lain berupa bantuan apa saja yang tepat diberikan kepada pelaku usaha. Kemudian, pelatihan apa saja yang diberikan sesuai dengan keperluan, dan fasilitas apa yang layak diberikan kepada mereka para pelaku usaha.
Terkait kesiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, Kepala BPS Kabupaten Barito Kuala Rudy Nooryadi, S.Si, ME, menyatakan pihaknya sudah melakukan berbagai langkah kegiatan. Diantaranya sosialisasi ke pihak pemerintah daerah atau SKPD terkait, kepolisian dan TNI. Juga melalui influencer, tokoh masyarakat, pemasangan spanduk di setiap kecamatan dan lokasi-lokasi strategis lainnya.
"Untuk kesiapan Sensus Ekonomi 2026 ini, disamping melakukan sosialisasi ke berbagai pihak dan media, kita juga sudah menyiapkan 300-an enumerator, mencakup petugas pendata dan pengawas. Target selesai sensus ini 31 Agustus 2026, tapi nanti ada lagi pendataan lanjutan atau pemeriksaan," ujar Rudy Nooryadi ketika dihubungi, Minggu (3/5/2026) di Marabahan.
![]() |
| Kepala BPS Kabupaten Barito Kuala Rudy Nooryadi melakukan sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 melalui podcast "Ije Swara" Dinas Kominfo Pemkab Barito Kuala. (Foto: FB) |
Rudy juga tidak menyangkal jika nantinya ada kekhawatiran responden terkait kebocoran data usaha yang diberikan pada pendataan perusahaan/usaha besar. Begitu juga usaha digital (online shop, freelancer, content creator dan lainnya) lebih sulit teridentifikasi. Usaha berbasis digital cenderung dinamis.
"Memang upaya koordinasi dengan pihak asosiasi yang membawahi usaha-usaha yang ada masih belum maksimal. Tapi seiring berjalannya waktu akan kita upayakan terus," ujarnya.
Kerahasiaan data Sensus Ekonomi 2026 dijamin penuh oleh Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Data individu responden dirahasiakan, hanya digunakan untuk menghasilkan statistik agregat. BPS menerapkan sistem keamanan ketat, termasuk ISO 27001:2022 dan enkripsi penyimpanan.
Penulis: Khairiadi Asa


