![]() |
| SOSOK: Rais Syuriah PCNU Barito Kuala KH Husin Kaderi (tengah), saat menghadiri acara silaturahmi dan buka puasa bersama pengurus NU beberapa waktu lalu - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Kalimantan Selatan (PW GP Ansor Kalsel) mengecam keras aksi penyerangan terhadap Rais Syuriah PCNU Barito Kuala, KH Husin Kaderi, yang terjadi pada Kamis (23/4/2026) siang.
Ketua PW GP Ansor Kalsel, Gusti Taufik Hidayat, menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan aksi kriminal yang tidak dapat ditoleransi, terlebih menyasar seorang tokoh agama.
“Kami mengutuk keras aksi penyerangan ini. Tindakan tersebut merupakan bentuk kriminalitas yang tidak hanya melukai korban, tetapi juga mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan ketenteraman masyarakat. Terlebih beliau adalah tokoh agama dari Nahdlatul Ulama,” tegasnya.
Ia juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas pelaku beserta motif di balik kejadian tersebut.
Selain itu, pihaknya menyatakan akan memberikan pendampingan hukum kepada korban.
“Kami juga akan menurunkan Lembaga Bantuan Hukum GP Ansor untuk mengawal kasus ini hingga tuntas dan memastikan korban mendapatkan keadilan,” tambahnya.
Akibat insiden tersebut, KH Husin Kaderi yang juga pimpinan Pondok Pesantren NU Wali Songo Fii Daril Munir di Desa Sungai Sahurai harus menjalani perawatan intensif di RSUD H Moch Ansari Saleh Banjarmasin.
Sementara itu, Ketua GP Ansor Barito Kuala, Alfian, mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WITA saat seorang pria tak dikenal mengetuk pintu rumah korban. Tanpa menaruh curiga, korban membukakan pintu untuk menerima tamu.
Namun, pelaku tiba-tiba mengacungkan senjata tajam jenis samurai ke arah leher korban sambil meminta uang. Korban berupaya menenangkan situasi dengan berpura-pura mengambil uang, sembari mengalihkan perhatian pelaku.
“Saat itulah pelaku mulai melakukan penyerangan. Abah Guru sempat mengalami luka di bagian perut dan punggung, namun masih mampu bertahan dan masuk ke dalam rumah,” terang Alfian.
Pelaku kemudian kembali menyerang, menyasar kepala. Korban menangkis dengan tangan kosong hingga menyebabkan luka serius pada kedua telapak tangan, terutama tangan kanan.
Serangan berlanjut dan mengenai pelipis telinga kiri, leher belakang, serta pundak korban. Korban kemudian berhasil menyelamatkan diri dengan masuk ke kamar dan menguncinya dari dalam.
Pelaku selanjutnya keluar rumah, merusak mobil yang terparkir sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian.
Atas kejadian ini, Ansor Barito Kuala menegaskan pentingnya perlindungan terhadap para ulama dan tokoh agama, serta meminta aparat bertindak cepat agar kejadian serupa tidak terulang.
Penulis: H. Faidur

