![]() |
| LOGAM MULIA: Ilustrasi emas antam - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami kenaikan pada Selasa (24/2/2026).
Untuk pecahan satu gram, harga emas Antam naik Rp40 ribu menjadi Rp3,068 juta, dari sebelumnya Rp3,028 juta per gram.
Kenaikan juga terjadi pada harga buyback atau harga pembelian kembali oleh Antam. Berdasarkan data resmi dari laman logammulia.com, harga buyback naik Rp41 ribu menjadi Rp2,854 juta per gram.
Buyback merupakan harga yang ditetapkan Antam untuk membeli kembali emas batangan dari konsumen. Artinya, pemilik logam mulia yang ingin menjual emasnya akan menerima pembayaran sesuai harga buyback tersebut.
Rincian Harga Emas Antam per 24 Februari 2026:
1 gram: Rp3.068.000
2 gram: Rp6.076.000
3 gram: Rp9.089.000
5 gram: Rp15.115.000
10 gram: Rp30.175.000
25 gram: Rp75.312.000
50 gram: Rp150.545.000
100 gram: Rp301.012.000
250 gram: Rp752.265.000
500 gram: Rp1.504.320.000
1.000 gram: Rp3.008.600.000
Harga tersebut belum termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemilik Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
Sementara itu, pembeli tanpa NPWP dikenakan potongan pajak lebih tinggi, yakni 0,9 persen.
Emas Termasuk Risiko Rendah, Tapi Tetap Ada Ancaman
Perencana keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho, menilai emas fisik tergolong instrumen investasi berisiko rendah.
“Risiko rendah karena pertumbuhan nilai sudah lebih tinggi dibanding bunga bank, tapi juga fluktuatif, cukup likuid. Kenapa bisa juga dikategorikan risiko tinggi, karena mudah atau rawan hilang, dicuri. Di satu sisi dia sangat praktis, mudah dibawa-bawa. Tapi itu bisa dicuri,” kata Andy kepada IDN Times.
Ia menegaskan, instrumen berisiko rendah umumnya memberikan imbal hasil lebih kecil. Sebaliknya, investasi dengan potensi keuntungan tinggi biasanya disertai risiko besar.
“Dengan adanya risiko rendah berarti return juga kecil. Jadi jangan sampai orang berasumsi risiko rendah tapi return tinggi,” ujarnya.
Cara Menghitung Untung Investasi Emas
Keuntungan investasi emas dihitung dari selisih harga beli dan harga jual kembali.
Sebagai contoh, jika harga beli Rp1,021 juta per gram dan harga jual kembali Rp917 ribu per gram, terdapat selisih Rp104 ribu. Artinya, investor perlu menunggu hingga harga jual kembali melampaui harga beli untuk memperoleh keuntungan.
Apabila emas dibeli Rp1,031 juta pada pagi hari lalu dijual pada sore harinya, potensi kerugian bisa mencapai Rp104 ribu. Karena itu, emas lebih cocok sebagai instrumen investasi jangka panjang, misalnya disimpan selama beberapa tahun sebelum dijual kembali.
Sumber: Idntimes.com

