![]() |
| KOMPAK: Foto bersama jajaran pengurus Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia dalam Kejurprov Biliar Kalimantan Selatan 2026 - Foto Dok Nett |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Biliar Kalimantan Selatan (Kalsel) 2026 menjadi salah satu tahapan penjaringan atlet untuk menghadapi Pra-PON 2027. Sebanyak 114 pebiliar dari berbagai kabupaten/kota mengikuti kejuaraan yang berlangsung di Stars Billiard, Banjarmasin, 5–8 November 2026.
Ketua Umum Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kalsel, H Mustohir Arifin, mengatakan hasil kejuaraan akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan komposisi atlet yang dipersiapkan menuju babak kualifikasi PON.
Perhatian khusus diberikan terhadap perkembangan kategori putri. Atlet yang berhasil meraih medali akan dipanggil kembali untuk mengikuti seleksi lanjutan.
“Biliar putri kita sudah mulai berkembang signifikan. Dari kejuaraan ini nanti kita akan panggil peraih-peraih medali di nomor putri untuk kita lakukan seleksi lagi menuju Pra-PON 2027,” ujar pria yang akrab disapa Haji Imus tersebut.
POBSI Kalsel juga merencanakan pemusatan latihan atau training camp bagi atlet berprestasi. Program tersebut akan dilaksanakan di sejumlah provinsi lain untuk meningkatkan kemampuan teknis dan kesiapan bertanding.
Persiapan itu tidak hanya menyasar atlet baru, tetapi juga pebiliar yang sebelumnya pernah meraih medali PON. POBSI Kalsel membuka peluang munculnya wajah baru dalam komposisi tim yang akan dibentuk.
Menurut Mustohir, jumlah atlet yang disiapkan diperkirakan berkisar 15 hingga 20 orang untuk mengisi seluruh nomor pertandingan.
“Tidak menutup kemungkinan ada pebiliar wajah baru di nomor masing-masing, karena di semua nomor kita sudah mempersiapkan sekitar 15 sampai 20 orang,” jelasnya.
Kejurprov Biliar Kalsel 2026 diikuti sejumlah pebiliar berpengalaman, termasuk atlet yang pernah meraih medali PON, di antaranya Nurhidayatullah dan Jendy Apriadana. Sebagian atlet yang selama ini masuk dalam persiapan menuju Pra-PON juga ambil bagian untuk mengukur kemampuan melalui kompetisi tersebut.
Ketua Panitia Pelaksana, Andi Rizky Indrawan, mengatakan kejuaraan berlangsung selama empat hari dengan mempertandingkan 11 nomor, yang terdiri atas kategori putra dan putri.
Pada kategori putra, nomor yang dipertandingkan meliputi bola 9 single, bola 10 single, bola 9 double, bola 10 double, serta bola 15 single dan double. Sementara kategori putri mempertandingkan bola 9 single, bola 10 single, bola 10 double, serta double mix bola 10 dan bola 9.
Andi menilai partisipasi atlet dalam kejuaraan tahun ini menunjukkan antusiasme terhadap olahraga biliar di Kalimantan Selatan masih terjaga. Namun, dua daerah belum mengirimkan perwakilan, yakni Kabupaten Barito Kuala dan Hulu Sungai Selatan, karena kepengurusan organisasi di daerah tersebut sedang dalam masa demisioner.
Dari sisi pembinaan olahraga, Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kalsel, Heru Susmianto, mengapresiasi penyelenggaraan Kejurprov sebagai bagian dari pembinaan atlet secara berjenjang.
Menurutnya, kompetisi tingkat provinsi menjadi sarana untuk mengukur kemampuan sekaligus mengevaluasi atlet potensial hasil pembinaan di kabupaten/kota.
“Kejuaraan level provinsi ini sebagai salah satu syarat untuk bisa mengikuti event multi event, juga untuk mengevaluasi atlet-atlet potensial masing-masing kabupaten/kota agar bisa diandalkan menjadi atlet provinsi. Atlet-atlet yang juara di Kejurprov ini bisa menjadi atlet unggulan Kalimantan Selatan untuk level yang lebih tinggi lagi,” pungkasnya.
POBSI Kalsel berharap proses seleksi dan pembinaan yang dilakukan dapat menghasilkan tim terbaik sehingga atlet Banua mampu bersaing dan mengamankan tiket menuju PON melalui Pra-PON 2027.(rls)
