RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL — Proses pengambilan gambar untuk film pariwisata terbaru bertajuk "Sauh Baarus" resmi rampung. Film yang diproduksi oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar bekerja sama dengan Nuby Studios ini mengambil latar lokasi di kawasan Jalan Pantai Sari, Desa Lok Baintan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Sabtu (31/10/2026).
Film ini rencanakan tayang pada Desember 2026 mendatang di salah satu bioskop yang ada di Kalimantan Selatan.
Sutradara film Sauh Baarus, Syamsul Alam, mengungkapkan bahwa film ini menyajikan nuansa baru yang berbeda dibanding karya-karya edukasi dan promosi pariwisata Pemerintah Kabupaten Banjar terdahulu.
"Hari ini wrapping, artinya proses syuting sudah selesai. Film ini kayaknya lebih berbeda lagi dengan film-film sebelumnya. Pertama dari judulnya sudah berbeda dan tidak lagi mengikuti alur trilogi sebelumnya, serta mengambil latar cerita penuh di Lok Baintan," ujar Syamsul Alam di lokasi.
Syamsul juga mengapresiasi langkah Pemkab Banjar yang konsisten memberdayakan sineas-sineas lokal untuk mempromosikan potensi daerah.
"Saya senang sekali bisa bekerja sama dengan Kabupaten Banjar dan berkarya. Terima kasih telah memberikan kesempatan bagi Nuby Studios untuk berkarya menciptakan film yang dapat mengangkat daya tarik pariwisata daerah," tuturnya.
Film Sauh Baarus mengisahkan tentang Zahra, seorang remaja perempuan pendayung jukung (perahu tradisional) di Pasar Terapung.
Zahra dihadapkan pada pilihan sulit antara mengejar impian melanjutkan kuliah di luar pulau atau bertahan mendampingi dan menjadi "mata" bagi neneknya yang perlahan buta karena usia.
Karakter Zahra diperankan oleh Galuh Dara, Galuh Kabupaten Banjar. Ia mengaku karakter yang dimainkannya cukup menantang karena berbanding terbalik dengan kepribadian aslinya.
"Memerankan Zahra cukup sulit karena agak berbeda dengan kehidupan asli saya. Zahra ini karakternya sangat penurut, melankolis, dan amat mendahulukan keluarga. Nilai moral dari karakter ini adalah bagaimana ia menempatkan keluarga sebagai prioritas utama di atas pendidikan, meskipun pendidikan itu sendiri sangat penting," ungkap Galuh Dara.
Daya tarik film ini semakin kuat dengan keterlibatan tokoh lokal asli Lok Baintan, Acil Ibay (pepantun ikonik Pasar Terapung), yang ikut beradu akting memerankan kehidupan keseharian masyarakat setempat.
Acil Ibay mengungkapkan rasa bangga dan gembiranya bisa terlibat langsung dalam pembuatan film daerah ini.
"Senang sekali hatinya bisa berbagi untuk orang banyak. Harapannya melalui film Sauh Baarus ini, Pasar Terapung Lok Baintan dan kebudayaan Kalimantan Selatan bisa makin dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun mancanegara," tutur Acil Ibay.
Ia juga berharap penayangan film ini dapat memberikan dampak ekonomi positif bagi warga sekitar.
"Semoga UMKM di Desa Lok Baintan makin meningkat dan orang-orang yang belum tahu menjadi penasaran untuk datang langsung menikmati wisata Pasar Terapung," tutupnya.(ryn)
