![]() |
| KERJASAMA: Kesepakatan menjadikan peserta pendidikan dan pelatihan BPSDMD Kalsel sebagai anggota perpustakaan - Foto Dok Diskominfo Kalsel |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Peserta pendidikan dan pelatihan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Kalimantan Selatan ke depan akan diwajibkan menjadi anggota perpustakaan. Kebijakan ini disiapkan untuk mendorong budaya membaca sekaligus mendukung peningkatan kompetensi aparatur sipil negara (ASN).
Kepala BPSDMD Provinsi Kalsel, Faried Fakhmansyah, menyampaikan rencana tersebut saat penandatanganan kerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalsel, yang dirangkai dengan pembukaan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Angkatan I–X di Aula Kampus II BPSDMD Kalsel, Rabu (28/10/2026).
“Untuk meningkatkan kompetensi, tentu salah satu syaratnya adalah sering membaca. Karena itu, ke depan setiap peserta yang mengikuti pendidikan dan pelatihan di BPSDMD akan diwajibkan menjadi anggota perpustakaan,” jelas Faried.
Kerja sama tersebut menjadi upaya mengintegrasikan pengembangan kompetensi ASN dengan pemanfaatan fasilitas perpustakaan. Dengan demikian, proses belajar diharapkan tidak hanya berlangsung selama pendidikan dan pelatihan, tetapi juga berlanjut melalui kebiasaan membaca dan belajar secara mandiri.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, mengatakan penguatan literasi penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas ASN, baik pegawai negeri sipil (PNS) maupun PPPK, di tengah perkembangan informasi dan teknologi.
Menurutnya, kebiasaan mengakses informasi melalui telepon genggam dan media sosial perlu diimbangi dengan minat baca serta kemampuan memperoleh pengetahuan dari sumber tepercaya.
“Kita ingin seluruh ASN, baik PPPK maupun PNS, semakin memahami pentingnya literasi. Harapannya, melalui kerja sama ini, budaya gemar membaca dapat ditingkatkan sehingga pengetahuan dan wawasan aparatur terus berkembang,” ujarnya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalsel, Sri Mawarni, turut memperkenalkan i-Kalsel, layanan perpustakaan digital yang dapat dimanfaatkan masyarakat, termasuk ASN, untuk mengakses bahan bacaan secara daring.
Menurut Sri, i-Kalsel menyediakan lebih dari 2.000 koleksi digital. Layanan tersebut dapat diakses secara gratis melalui App Store dan Play Store, sehingga masyarakat dapat membaca buku tanpa harus datang langsung ke perpustakaan.
“i-Kalsel ini untuk seluruh masyarakat yang memerlukan bahan bacaan digital dan tepercaya. Layanannya gratis, tidak dipungut biaya, dan bisa diakses melalui App Store maupun Play Store,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pengguna dapat meminjam buku secara digital dengan masa peminjaman sekitar satu minggu, mengikuti mekanisme layanan yang berlaku pada aplikasi.
Selain layanan digital, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalsel juga mengembangkan titik baca untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan. Saat ini terdapat 10 titik baca yang akan dievaluasi kembali penempatannya agar layanan dapat berjalan lebih optimal.
Melalui kerja sama tersebut, Pemprov Kalsel berharap akses terhadap sumber bacaan semakin luas dan budaya literasi tumbuh di lingkungan aparatur. Penguatan literasi diharapkan turut menunjang peningkatan wawasan, profesionalisme, dan kualitas pelayanan publik. (rls)
