![]() |
| SOSOK: Seskab Teddy Indra Wijaya bersama pengusaha nasional Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam - Foto Dok Detik |
RILISKALIMANTAN.COM, JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menerima kunjungan pengusaha nasional Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Senin (10/8/2026).
Pertemuan tersebut membahas sejumlah sektor strategis, mulai dari investasi pertambangan, hilirisasi, agribisnis, energi hingga logistik yang dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam pertemuan yang berlangsung di kompleks Istana Kepresidenan itu, Teddy dan Haji Isam berdiskusi mengenai perkembangan investasi serta peluang penguatan kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha.
Sekretariat Kabinet menyebut pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan nilai tambah di dalam negeri sekaligus memperkuat perekonomian nasional.
“Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas mengenai perkembangan investasi di sektor pertambangan, hilirisasi, agribisnis, energi, dan logistik sebagai bagian dari upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional,” demikian keterangan Setkab.
Teddy menegaskan pemerintah terus mendorong terciptanya iklim investasi yang sehat dan kondusif. Kolaborasi dengan dunia usaha juga dinilai penting untuk mempercepat hilirisasi dan membuka lebih banyak lapangan kerja.
Pertemuan tersebut turut menyoroti pengalaman Haji Isam sebagai pelaku usaha yang bergerak di sejumlah sektor, termasuk pertambangan, agribisnis, energi dan logistik.
“Pemerintah terus mendorong terciptanya iklim investasi yang sehat dan kondusif serta memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha untuk mempercepat hilirisasi, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, dan membuka lebih banyak lapangan kerja,” ujar Setkab.
Pertemuan Teddy dan Haji Isam berlangsung tidak lama setelah Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di Istana Negara pada Jumat (31/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, pimpinan Kadin dari 38 provinsi hadir untuk membahas upaya meningkatkan perekonomian daerah dan memperkuat kontribusi dunia usaha terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Sumber: Detik.com
