![]() |
| PENINJAUAN: Gubernur Muhidin memeriksa saluran air untuk percepatan pemadaman karhutla di wilayah Guntung Damar - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat pasokan air untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Guntung Damar, Landasan Ulin, Banjarbaru. Gubernur Kalsel H. Muhidin turun langsung mengecek saluran irigasi yang akan digunakan untuk mengalirkan air menuju lokasi kebakaran.
Guntung Damar menjadi salah satu kawasan prioritas penanganan karhutla karena berada di wilayah ring satu dan berdekatan dengan Bandara Internasional Syamsudin Noor.
Setelah lebih dari sepekan tim gabungan melakukan pemadaman, Muhidin bersama jajaran meninjau kondisi saluran air di kawasan Irigasi Cindai Alus, Kabupaten Banjar, Senin (24/8/2026) petang.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan aliran air dari saluran irigasi dapat dimanfaatkan sebagai sumber air tambahan bagi operasi pemadaman di Guntung Damar.
“Kita memastikan airnya tersedia dan bisa mengalir ke lokasi kebakaran,” ujar Muhidin.
Menurutnya, ketersediaan air mulai menjadi persoalan setelah operasi pemadaman berlangsung lebih dari sepekan. Karena itu, pemerintah perlu memastikan saluran air dalam kondisi baik sehingga pasokan ke lokasi karhutla tidak terputus.
“Sekarang air mulai berkurang, jadi salurannya harus kita cek,” katanya.
Dari hasil pengecekan, sebagian saluran masih dalam kondisi baik dengan panjang sekitar 150 meter. Namun, lebih dari satu kilometer saluran lainnya membutuhkan pembersihan agar aliran air dapat kembali optimal.
“Besok kita bersihkan bersama-sama, targetnya selesai satu hari,” ungkap Muhidin.
Setelah saluran dibersihkan, air akan dialirkan menuju embung yang berada di bagian tengah kawasan. Dari embung tersebut, air kemudian dipompa menuju titik-titik kebakaran di Guntung Damar.
“Air kita alirkan ke embung, kemudian dipompa ke titik api,” jelasnya.
Muhidin menilai sistem tersebut lebih efektif untuk mendukung operasi pemadaman dibandingkan hanya mengandalkan mobil tangki. Mobil tangki memiliki kapasitas terbatas dan membutuhkan waktu untuk mengambil, mengangkut, serta mengisi kembali air.
Untuk memperkuat sistem distribusi tersebut, Pemprov Kalsel juga telah menyiapkan mesin pompa. Dari total 300 pompa yang dialokasikan untuk penanganan karhutla, sebanyak 200 pompa tambahan telah diterima sehari sebelumnya.
“Kita sudah mendapat tambahan 200 pompa,” kata Muhidin.
Sementara itu, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Hanif Faisol Nurofiq melakukan pengecekan debit air di kawasan Riam Kanan. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan sumber air yang dapat mendukung operasi penanganan karhutla di kawasan prioritas.
“Pak Hanif mengecek debit di Riam Kanan, kami mengecek saluran di sini,” ujar Muhidin.
Pemprov Kalsel selanjutnya akan mengevaluasi hasil pembersihan saluran dan memastikan distribusi air dapat berjalan menuju kawasan Guntung Damar.
“Fokus kita sekarang memastikan air sampai ke Guntung Damar,” pungkasnya.
Peninjauan tersebut turut didampingi Wakil Gubernur Kalsel H. Hasnuryadi Sulaiman, Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus, Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra, Danlanud Syamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, Sekda Kalsel H. Muhammad Syarifuddin, jajaran Forkopimda, sejumlah kepala SKPD Pemprov Kalsel, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III serta pihak terkait lainnya.
Penulis: H. Faidur
