Trending

Sambut Panen Raya, Diskumdag Tanah Laut Pastikan Stok Beras dan Bahan Pokok Tetap Aman

SEMBAKO: Diskumdag Tala memastikan bahan pokok untuk masyarakat masih aman - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskumdag) Kabupaten Tanah Laut memastikan ketersediaan beras dan bahan pokok masyarakat dalam kondisi aman menjelang panen raya. Selain stok yang mencukupi, harga sebagian besar kebutuhan pokok juga terpantau stabil berdasarkan hasil pemantauan pertengahan Juli 2026.

Kepala Bidang Perdagangan Diskumdag Tanah Laut Edi Hariyadi mengatakan, memasuki Juli hingga Agustus 2026, daerah tersebut mulai memasuki masa panen raya sehingga pasokan beras dipastikan tetap tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Ketersediaan bahan pokok relatif aman, terutama beras yang menjadi kebutuhan pokok utama masyarakat Tanah Laut. Memasuki bulan Juli dan Agustus ini merupakan masa panen raya petani kita di Tanah Laut, sehingga stok dan persediaan sangat aman," ujar Edi, Selasa (21/7/2026).

Berdasarkan data pemantauan harga per 13 dan 20 Juli 2026, sejumlah komoditas masih bertahan pada harga yang sama. Gula pasir putih tetap Rp18.500 per kilogram, Minyakita Rp15.700 per liter, minyak goreng kemasan Rp23.000 per kilogram, tepung terigu Bogasari Rp13.000 per kilogram, serta daging sapi segar Rp150.000 per kilogram. Harga ikan nila, tongkol, dan haruan juga relatif stabil.

Sementara itu, beberapa komoditas mengalami penurunan harga. Telur ayam ras turun dari Rp27.000 menjadi Rp25.000 per kilogram. Harga cabai merah besar, cabai keriting, dan cabai rawit taji masing-masing turun dari Rp60.000 menjadi Rp55.000 per kilogram. Penurunan terbesar terjadi pada cabai rawit tiung yang merosot dari Rp80.000 menjadi Rp55.000 per kilogram.

Di sisi lain, terdapat kenaikan harga pada sejumlah komoditas, seperti daging ayam ras dari Rp29.500 menjadi Rp30.000 per kilogram, ayam kampung dari Rp85.000 menjadi Rp100.000 per kilogram, wortel dari Rp17.000 menjadi Rp20.000 per kilogram, serta kentang dari Rp20.000 menjadi Rp22.000 per kilogram.

Untuk menjaga stabilitas harga, Diskumdag Tanah Laut terus melakukan pemantauan rutin di Pasar Pelaihari serta menggelar pasar murah di desa dan kecamatan.

"Pemantauan harga di Pasar Pelaihari terus kami lakukan secara rutin. Selain itu, kegiatan pasar murah dilaksanakan di tingkat desa dan kecamatan dengan target empat kali dalam sebulan untuk memotong rantai distribusi," jelas Edi.

Menurutnya, kondisi harga yang relatif stabil turut menjaga daya beli masyarakat. Hal itu terlihat dari aktivitas transaksi di Pasar Pelaihari yang tetap ramai setiap hari.

"Dengan harga kebutuhan pokok yang relatif stabil, daya beli masyarakat cukup kuat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ini terlihat dari aktivitas pembeli di Pasar Pelaihari yang cukup ramai setiap harinya," pungkasnya.

Penulis: Lutfi

Lebih baru Lebih lama