![]() |
| DIALOG: Suasana IKKD Tala terkait dugaan penyimpangan distribusi BBM subsidi jenis solar di SPBUN Kuala Tambangan - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Ikatan Kepala Keluarga Desa (IKKD) Kabupaten Tanah Laut menyatakan dukungan penuh kepada warga Desa Kuala Tambangan, Kecamatan Takisung, yang meminta dugaan penyimpangan distribusi BBM subsidi jenis solar di SPBUN Kuala Tambangan diusut secara tuntas. Dukungan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) IKKD yang digelar di Kantor Desa Kuala Tambangan, Rabu (22/7/2026).
Rakor dihadiri para kepala desa se-Kabupaten Tanah Laut sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat pesisir yang mengeluhkan sulitnya memperoleh solar subsidi untuk kebutuhan melaut.
Ketua IKKD Kabupaten Tanah Laut, Andi Amrullah, mengatakan hasil rapat menyepakati dukungan kepada Pemerintah Desa Kuala Tambangan dan masyarakat agar dugaan penyimpangan distribusi BBM subsidi segera ditindaklanjuti aparat penegak hukum.
"Hari ini kami melaksanakan Rapat Koordinasi. Hasil dari rakor ini, kami memberikan dukungan penuh kepada Kepala Desa Kuala Tambangan dan seluruh warga untuk menolak mafia solar di desa ini. Kami selaku IKKD Kabupaten mengharapkan aparat penegak hukum segera menindaklanjuti dan menindak tegas mafia solar di sini," ujarnya.
Menurut IKKD, dugaan penyelewengan distribusi solar subsidi dinilai berdampak langsung terhadap kehidupan nelayan. Sebagai desa pesisir yang mayoritas warganya menggantungkan mata pencaharian dari sektor perikanan tangkap, ketersediaan BBM subsidi menjadi kebutuhan utama untuk melaut.
IKKD menyebut kelangkaan solar yang dirasakan nelayan diduga berkaitan dengan penyimpangan distribusi BBM bersubsidi. Karena itu, organisasi tersebut meminta aparat penegak hukum bersama instansi terkait melakukan penyelidikan secara transparan agar distribusi BBM kembali tepat sasaran.
Melalui pernyataan sikap tersebut, IKKD Tanah Laut berharap penanganan dugaan penyimpangan dapat memberikan kepastian hukum sekaligus menjamin hak nelayan memperoleh solar subsidi sesuai ketentuan sehingga aktivitas ekonomi masyarakat pesisir tidak terganggu.
Penulis: Lutfi
