RILISKALIMANTAN.COM, ACEH – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengapresiasi Yayasan Buddha Tzu Chi dan Sugianto Kusuma (Aguan) atas dukungannya dalam pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang.
Apresiasi tersebut disampaikan Menteri Nusron saat meninjau pembangunan kawasan Huntap di Aceh Tamiang, Kamis (23/7/2026). Menurutnya, percepatan pemulihan pascabencana merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi, Pak Aguan, yang telah membantu masyarakat melalui pembangunan huntap ini. Bantuan ini sangat berarti bagi warga yang sedang berupaya bangkit setelah terdampak bencana," ujar Menteri Nusron.
Pemerintah telah menyiapkan lahan seluas sekitar 10 hektare sebagai lokasi pembangunan kawasan hunian tetap. Dari total rencana pembangunan sebanyak 500 unit rumah, sebanyak 108 unit telah dibangun oleh Yayasan Buddha Tzu Chi. Sementara itu, pembangunan unit lainnya akan dilakukan secara bertahap oleh pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Kementerian ATR/BPN juga berkomitmen mempercepat penyelesaian seluruh aspek pertanahan yang diperlukan agar pembangunan Huntap dapat segera rampung dan masyarakat memperoleh tempat tinggal yang aman, layak, serta memiliki kepastian hukum atas tanahnya.
Menteri Nusron menegaskan, percepatan pembangunan Huntap merupakan bagian dari komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam memastikan negara hadir pada setiap tahapan pemulihan pascabencana, mulai dari penyediaan lahan, pembangunan hunian, hingga pemberian kepastian hukum bagi masyarakat.
"Ini adalah wujud nyata kehadiran negara. Arahan Bapak Presiden Prabowo sangat jelas, masyarakat yang terdampak bencana harus segera mendapatkan tempat tinggal yang aman dan layak,” tutur Menteri ATR/Kepala BPN.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan hunian bagi masyarakat terdampak bencana tidak hanya bergantung pada kesiapan lahan yang disediakan pemerintah, tetapi juga memerlukan kepedulian dan semangat gotong royong dari berbagai pihak.
"Karena itu, pemerintah bergerak bersama berbagai pihak. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga sosial seperti Yayasan Buddha Tzu Chi menjadi bukti bahwa semangat gotong royong adalah kekuatan besar dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat," tutup Menteri Nusron.
Sumber: Rilis ATR/BPN
.jpeg)