![]() |
| SOSOK: Anggota Komisi II DRPD Kalsel Firman Yusi - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), Firman Yusi, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel segera mengambil langkah konkret untuk melindungi dan memperkuat peternak ayam petelur lokal. Desakan itu disampaikan menyusul tekanan yang dihadapi peternak akibat masuknya telur dari luar daerah dengan harga lebih murah.
Firman Yusi mengatakan kondisi tersebut membuat peternak lokal semakin sulit bersaing di pasar, terlebih di tengah tingginya biaya produksi, terutama harga pakan yang menjadi komponen terbesar dalam usaha peternakan.
"Peternak ayam petelur di Kalsel saat ini menghadapi tekanan akibat masuknya telur dari luar daerah dengan harga lebih murah sehingga membuat peternak lokal kesulitan bersaing di pasaran, terlebih di tengah tingginya biaya produksi," katanya, Sabtu (18/7/2026).
Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kalsel itu menilai pemerintah perlu menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada peternak rakyat agar usaha peternakan tetap berkelanjutan.
Menurutnya, langkah yang dapat dilakukan antara lain melalui penguatan tata niaga telur, pengawasan terhadap arus masuk telur dari luar daerah sesuai ketentuan, serta upaya menekan biaya produksi dengan mengembangkan bahan baku pakan lokal dan program efisiensi usaha peternakan.
Firman juga mendorong adanya dukungan terhadap produksi, kemudahan akses permodalan, hingga penguatan pemasaran hasil peternakan.
"Melalui kebijakan yang adil, dukungan terhadap produksi, akses permodalan, dan penguatan pemasaran, saya optimistis peternak lokal mampu berkembang dan menjadi pilar ketahanan pangan di Kalsel," ungkapnya.
Selain itu, ia meminta pemerintah membangun dialog bersama asosiasi peternak dan para pemangku kepentingan untuk menyusun strategi meningkatkan daya saing peternak ayam petelur lokal.
Firman mengingatkan, apabila kondisi tersebut dibiarkan berlarut-larut, bukan tidak mungkin banyak peternak terpaksa mengurangi populasi ternaknya bahkan menghentikan usahanya.
"Peternak ayam petelur lokal harus mendapatkan perlindungan dari pemerintah. Jangan sampai mereka terus terdesak oleh masuknya telur dari luar daerah yang dijual dengan harga lebih murah. Jika kondisi ini dibiarkan, banyak peternak bisa mengurangi populasi ternaknya bahkan menghentikan usahanya," tuturnya.
Penulis: Fathur
