![]() |
| SOSOK: Anggota Komisi II DPRD Kalsel Firman Yusi - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), Firman Yusi, mengingatkan rencana pemangkasan anggaran sektor pertanian dalam APBD 2027 berpotensi mengganggu ketahanan pangan daerah. Menurutnya, pengurangan anggaran tersebut juga dapat memicu kenaikan harga pangan jika tidak diantisipasi.
Peringatan itu disampaikan Firman Yusi pada Rabu (15/7/2026) menyusul pagu sementara anggaran sektor pertanian tahun 2027 yang mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kalsel itu mengungkapkan, anggaran sektor pertanian tahun depan diperkirakan hanya sekitar Rp62 miliar, turun hampir 50 persen dibandingkan alokasi tahun 2026 yang mencapai Rp128,3 miliar.
"Jadi melihat dari pagu sementara, anggaran pertanian tahun depan tinggal sekitar 50 persen dari tahun ini sehingga menjadi tanda tanya besar, apakah kita masih bisa mempertahankan swasembada pangan yang telah kita capai," katanya.
Firman menjelaskan, dari total pagu sekitar Rp62 miliar tersebut, sekitar Rp50 miliar diproyeksikan terserap untuk belanja pegawai. Dengan demikian, anggaran yang benar-benar tersedia untuk menjalankan berbagai program pertanian diperkirakan hanya sekitar Rp10 miliar.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi membatasi pelaksanaan program yang berkaitan dengan peningkatan produksi dan penguatan ketahanan pangan di Kalimantan Selatan.
Karena itu, Firman meminta pemerintah daerah tidak memangkas anggaran sektor pertanian secara berlebihan mengingat bidang tersebut merupakan sektor strategis yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
"Kami meminta apabila ada tambahan pendapatan daerah agar difokuskan dalam memperkuat ketahanan pangan. Jangan sampai pengurangan anggaran mengganggu sistem pangan kita karena ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat," jelasnya.
Ia berharap alokasi anggaran sektor pertanian dapat menjadi perhatian dalam pembahasan APBD 2027 sehingga program ketahanan pangan dan capaian swasembada yang telah diraih Kalimantan Selatan tetap dapat dipertahankan.
Penulis: Fathur
