Trending

Pemkab Tanah Laut dan BPS Resmi Luncurkan Sensus Ekonomi 2026, Warga Diminta Waspadai Oknum Penipu

FOTO BERSAMA: Wakil Bupati Tanah Laut, H.M. Zazuli berfoto bersama Kepala BPS Kabupaten Tanah Laut, Siswo Wijanarko ,unsur Forkopimda, jajaran SKPD, perwakilan TNI-Polri, akademisi, hingga asosiasi pengusaha seperti KADIN dan HIPMI – Foto Ist


BORNEOTREND.COM, KALSEL - Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi meluncurkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 melalui apel gabungan dan penandatanganan komitmen bersama di Halaman Kantor Bupati Tanah Laut, Senin (15/6/2026). 

Apel gabungan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Tanah Laut, H.M. Zazuli, serta dihadiri oleh unsur Forkopimda, jajaran SKPD, perwakilan TNI-Polri, akademisi, hingga asosiasi pengusaha seperti KADIN dan HIPMI. 

Momentum dimulainya pendataan lapangan ditandai dengan pemasangan rompi dan atribut secara simbolis oleh Wakil Bupati kepada perwakilan petugas sensus.

Kepala BPS Kabupaten Tanah Laut, Siswo Wijanarko mengatakan pihaknya mengerahkan 362 personel gabungan yang terdiri atas 317 petugas pendata lapangan dan 45 petugas pengawas. 

Seluruh petugas dijadwalkan bergerak dari rumah ke rumah serta ke tempat usaha mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 guna menyisir seluruh wilayah Kabupaten Tanah Laut.

Mengingat tingginya aktivitas pencarian nafkah masyarakat Tala di pagi hari —seperti bertani atau menyadap karet— BPS menerapkan sistem kunjungan yang adaptif agar tidak mengganggu produktivitas warga.

"Petugas kami akan fleksibel menyesuaikan waktu. Kami tahu masyarakat biasanya pagi hari sibuk ke sawah atau mengurus usaha karetnya. Jadi, waktu kunjungan yang akan menyesuaikan," kata Siswo.

Pihak BPS mengimbau warga untuk menerima kedatangan petugas dengan baik dan memberikan jawaban yang jujur. Untuk mengantisipasi potensi penipuan yang mengatasnamakan petugas, masyarakat diminta tetap waspada dengan memastikan petugas yang datang mengenakan rompi resmi, mengalungkan tanda pengenal (ID card), serta mampu menunjukkan surat tugas resmi dari BPS Tanah Laut.

Lebih lanjut, Siswo mengungkapkan bahwa sensus kali ini bertujuan untuk menangkap pergeseran pola bisnis masyarakat yang berubah drastis dalam beberapa tahun terakhir.

"Sensus Ekonomi ini untuk melihat struktur perekonomian, terutama setelah Covid-19 karena (ekonomi) berkembang sekali. Ekonomi digital juga mulai bertumbuh di Tanah Laut. Nah, itulah pentingnya sensus ini," jelas Siswo usai acara.

Sensus ini tidak hanya menyasar pelaku usaha skala besar, tetapi juga melakukan pemutakhiran data secara menyeluruh terhadap unit ekonomi terkecil, yakni sektor rumah tangga.

Sementara itu, Wakil Bupati H.M. Zazuli menegaskan bahwa akurasi data hasil sensus ini akan menjadi "kompas" utama bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.

"Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar penting dalam menyusun kebijakan pembangunan, menghasilkan basis data usaha yang lengkap, serta menjadi acuan bagi dunia usaha dalam merumuskan program yang lebih efektif," ujar Zazuli.

Ia menambahkan, kesuksesan agenda besar berskala nasional ini memerlukan sinergi kolektif dari seluruh lapisan masyarakat, bukan sekadar menjadi tanggung jawab instansi pencatat data.

"Keberhasilan Sensus Ekonomi tidak mungkin hanya mengandalkan BPS semata. Diperlukan dukungan dan kolaborasi nyata dari seluruh komponen masyarakat," tambahnya.

Acara peluncuran ini ditutup dengan penandatanganan Pernyataan Komitmen Bersama Mendukung Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 oleh jajaran eksekutif, legislatif, yudikatif, instansi vertikal, tokoh keagamaan, hingga perwakilan dunia usaha Kabupaten Tanah Laut.

Penulis: Lutfi

Lebih baru Lebih lama