![]() |
| SOSOK: Kemensos RI bersama pihak GoTo - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memperkuat sistem verifikasi penerima bantuan sosial dengan memanfaatkan teknologi Face Recognition atau pengenalan wajah. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan akurasi data sekaligus memastikan bantuan sosial diterima oleh masyarakat yang berhak.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan ketepatan sasaran program bantuan sosial sangat bergantung pada kualitas data yang dimiliki pemerintah.
“Kalau datanya tidak akurat, maka sasarannya juga tidak tepat,” ujar Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam keterangannya, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, penguatan perlindungan sosial saat ini bertumpu pada tiga aspek utama, yakni data yang akurat, sasaran yang tepat, dan pengembangan program Sekolah Rakyat.
Dalam penerapannya, teknologi Face Recognition dilengkapi fitur liveness detection yang berfungsi memastikan proses verifikasi dilakukan langsung oleh penerima manfaat. Sistem tersebut dirancang untuk mencegah penggunaan foto, rekaman video, maupun bentuk manipulasi digital lainnya saat proses validasi data.
Kemensos menilai pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat validasi penerima bantuan sosial sehingga penyaluran bansos dapat berjalan lebih tepat sasaran.
Program digitalisasi tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan GoTo. Pada tahap awal, perusahaan teknologi itu memberikan dukungan berupa 5 juta hit atau layanan verifikasi untuk mendukung proses uji coba sistem.
“Terima kasih dikasih bantuan 5 juta ini. Tapi kita juga harus cek cost dan biayanya. Mulai sekarang dibuat perencanaan. Nanti 5 juta ini habis, kita kemana,” kata Gus Ipul.
Teknologi yang mulai dikembangkan sejak 2022 tersebut telah diuji coba di 42 kabupaten dan kota. Berdasarkan data Kemensos, sistem telah digunakan dalam 28.961 percobaan verifikasi dengan tingkat keberhasilan mencapai sekitar 98,4 persen.
Selain untuk penyaluran bantuan sosial, Kemensos juga melihat peluang pemanfaatan teknologi serupa dalam mendukung operasional Sekolah Rakyat. Sistem digital tersebut dapat digunakan untuk pengelolaan administrasi sekolah, pemantauan aktivitas siswa, hingga pengelolaan transaksi.
“Sekolah Rakyat ini bagus sekali, Pak. Ini untuk orang paling miskin. Yang jelas saya butuh sistem yang aman,” ujarnya.
Kemensos menegaskan penggunaan teknologi yang aman dan andal menjadi bagian penting dalam mendukung berbagai program sosial pemerintah. Dengan sistem verifikasi yang lebih ketat dan akurat, bantuan sosial diharapkan dapat tersalurkan kepada masyarakat yang benar-benar memenuhi syarat sebagai penerima manfaat.
Sumber: Kemensos RI

.jpeg)