![]() |
| KESEPAKATAN: Donald Trump dan Masoud Pezeshkian menandatangani MoU perdamaian AS-Iran - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, TEHERAN – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian resmi menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang menjadi langkah awal menuju penyelesaian konflik antara kedua negara. Kesepakatan tersebut mulai berlaku setelah ditandatangani oleh kedua pemimpin.
Penandatanganan dilakukan secara terpisah di dua negara berbeda. Trump membubuhkan tanda tangan saat berada di Istana Versailles, Prancis, sedangkan Pezeshkian menandatangani dokumen yang sama dari Iran. Proses tersebut dilakukan secara elektronik setelah kedua pihak menyepakati naskah akhir MoU.
Momen penandatanganan Trump di Versailles diunggah oleh Wakil Kepala Staf Gedung Putih Dan Scavino melalui media sosial. Dalam keterangannya, Scavino menyebut dokumen diterima melalui Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sebelum ditandatangani Presiden AS.
Sementara itu, kantor berita pemerintah Iran, IRNA, merilis foto yang menunjukkan Presiden Pezeshkian memegang dokumen berbahasa Persia yang telah ditandatangani kedua pemimpin. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei juga memastikan nota kesepahaman tersebut telah difinalisasi melalui mekanisme tanda tangan digital.
Dokumen yang terdiri dari 14 poin itu menjadi dasar penghentian sementara permusuhan sekaligus membuka jalan bagi perundingan lanjutan menuju kesepakatan permanen. Beberapa poin utama mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, pembahasan pelonggaran sanksi terhadap Iran, serta negosiasi terkait program nuklir Teheran dalam jangka waktu 60 hari.
Pakistan yang turut berperan sebagai mediator menyatakan kesepakatan tersebut berlaku segera setelah kedua pemimpin membubuhkan tanda tangan. Meski demikian, Washington dan Teheran menegaskan MoU ini belum menjadi perjanjian damai final dan masih memerlukan serangkaian perundingan lanjutan untuk menyelesaikan berbagai isu yang belum mencapai kesepakatan.
Kesepakatan ini menjadi salah satu perkembangan diplomatik paling signifikan dalam hubungan AS dan Iran dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus membuka peluang bagi proses normalisasi yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Sumber: Liputan6.com

