Trending

Megawati Dorong Laut Indonesia Jadi Poros Geopolitik Dunia dan Pusat Inovasi Nasional

SOSOK: Ketua Dewan Pengarah BRIN, Megawati Soekarnoputri - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, DIY – Gagasan menjadikan laut sebagai pusat gravitasi geopolitik sekaligus sumber inovasi nasional kembali mengemuka dalam forum kebijakan tingkat nasional yang digelar di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ketua Dewan Pengarah BRIN, Megawati Soekarnoputri, menegaskan bahwa Indonesia perlu memperkuat orientasi pembangunan berbasis maritim di tengah dinamika global yang terus berubah.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam National Policy Dialogue bertema Kedaulatan Kelautan Berbasis Kekayaan Hayati Kelautan yang diselenggarakan di Yogyakarta, Jumat (22/5/2026).

Forum ini turut melibatkan akademisi dan pemangku kebijakan, termasuk dari lingkungan Universitas Gadjah Mada, sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara riset, pendidikan, dan kebijakan publik.

Dalam pandangannya, laut Indonesia tidak sekadar ruang geografis yang memisahkan pulau-pulau, tetapi merupakan aset strategis yang memiliki nilai geopolitik dan geoekonomi sangat tinggi. Posisi Indonesia yang berada di jalur perdagangan internasional menjadikan wilayah maritimnya sebagai salah satu titik penting dalam percaturan ekonomi dan politik global.

Megawati menekankan bahwa kekayaan biodiversitas laut Indonesia menyimpan potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai sektor industri masa depan. Mulai dari farmasi berbasis sumber daya laut, bioteknologi kelautan, hingga energi baru terbarukan yang ramah lingkungan, seluruhnya dinilai dapat menjadi motor penggerak ekonomi baru berbasis inovasi.

Ia juga menyoroti pentingnya perubahan paradigma dalam pengelolaan hasil riset. Menurutnya, inovasi yang lahir dari lembaga penelitian tidak boleh berhenti di ruang akademik, melainkan harus terhubung langsung dengan industri dan kebijakan negara agar memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional.

Dalam konteks ekonomi biru, pemanfaatan sumber daya laut seperti energi arus, gelombang laut, serta konsep karbon biru dipandang sebagai peluang strategis untuk menjawab tantangan perubahan iklim sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di masa depan.

Selain aspek ekonomi, isu ketahanan pangan berbasis laut juga menjadi perhatian. Optimalisasi sektor perikanan dinilai dapat mendukung kebutuhan pangan nasional secara berkelanjutan tanpa mengabaikan keseimbangan ekosistem laut.

Dari sisi geopolitik, laut Indonesia disebut memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas kawasan, terutama karena letak strategisnya di jalur perdagangan global. Dalam konteks ini, penguatan kedaulatan maritim menjadi bagian penting dari strategi nasional jangka panjang.

Megawati menegaskan bahwa visi menjadikan laut sebagai pusat geopolitik dan inovasi nasional hanya dapat dicapai melalui kerja sama lintas sektor. Sinergi antara pemerintah, lembaga riset, perguruan tinggi, industri, dan masyarakat menjadi faktor kunci dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan.

Menanggapi hal tersebut, Rektor Universitas Gadjah Mada, Ova Emilia, menyatakan kesiapan UGM untuk berperan aktif dalam memperkuat riset dan hilirisasi inovasi di bidang kelautan. Ia menegaskan bahwa pengembangan ekonomi biru membutuhkan kolaborasi yang kuat antara dunia akademik dan kebijakan publik.

Dengan arah kebijakan tersebut, laut Indonesia diproyeksikan tidak hanya sebagai wilayah strategis, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan inovasi, ekonomi berkelanjutan, dan kekuatan geopolitik yang berpengaruh di tingkat global.

Sumber: Merdeka.com

Lebih baru Lebih lama