RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Pembangunan Komando Daerah Militer (Kodam) Lambung Mangkurat di Provinsi Kalimantan Selatan resmi dimulai dengan prosesi pemancangan tiang pertama di kawasan perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (6/5/2026).
Langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sistem pertahanan wilayah sekaligus mendorong percepatan pembangunan daerah di Kalimantan Selatan.
Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, Muhammad Saleh Mustofa, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam merealisasikan pembangunan tersebut.
“Kehadiran Kodam ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi langkah strategis untuk memperpendek rentang kendali, meningkatkan efektivitas koordinasi, serta mempercepat respons terhadap berbagai situasi di daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kekuatan pertahanan nasional tidak hanya bertumpu pada alat utama sistem persenjataan, tetapi juga pada kekuatan rakyat sebagai pilar utama pertahanan negara.
![]() |
| WAWANCARA: Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Muhammad Saleh Mustofa saat menjawab sejumlah pertanyaan dari awak media usai pelaksanaan Groundbreaking Kodam Lambung Mangkurat - Foto Dok Istimewa |
“Kami TNI-Polri melanjutkan semangat perjuangan rakyat yang diwariskan para pendahulu. Dengan hadirnya Kodam ini, sinergi dengan pemerintah daerah diharapkan semakin kuat dalam mendukung pembangunan,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menyebut pembangunan Kodam Lambung Mangkurat sebagai tonggak sejarah baru bagi daerah.
“Selama ini Kalimantan Selatan masih berada dalam kendali wilayah militer yang terpusat di luar provinsi. Dengan adanya Kodam, efektivitas kendali teritorial dan koordinasi lintas sektor akan semakin meningkat,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan tersebut, baik dari sisi kebijakan, fasilitas, maupun sinergi lintas sektor.
“Selain memperkuat pertahanan, proyek ini juga diyakini akan memberikan dampak positif terhadap aspek sosial dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Kepala Dinas PUPR Kalimantan Selatan, M. Yasin Toyib, menjelaskan bahwa pembangunan Kodam Lambung Mangkurat membutuhkan anggaran sekitar Rp280 miliar.
“Pendanaan dilakukan secara kolaboratif. Sekitar Rp140 miliar berasal dari Kementerian Pertahanan, sementara sisanya merupakan kontribusi bersama dari pemerintah provinsi serta kabupaten/kota,” jelasnya.
Kompleks Kodam Lambung Mangkurat akan dibangun di atas lahan seluas 10 hektare dengan gedung utama setinggi lima lantai yang dilengkapi berbagai fasilitas sesuai rencana induk pembangunan (master plan).
Pembangunan ditargetkan rampung pada 2027, dengan operasional penuh direncanakan berlangsung pada periode 2027 hingga 2028.
Dengan dimulainya proyek ini, Kodam Lambung Mangkurat diharapkan segera beroperasi sebagai pilar strategis dalam menjaga stabilitas keamanan, memperkuat koordinasi teritorial, serta mendorong percepatan pembangunan di Kalimantan Selatan.
Penulis: H. Faidur


