![]() |
| SOSOK: Ustaz Hanan Attaki saat mengisi kajian di Masjid Agung Al Munawwarah Banjarbaru - Foto Dok Screenshot Yt BJBTV |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Ustaz Hanan Attaki menekankan pentingnya keseimbangan hidup sebagai kunci kebahagiaan dalam tausiyah di Masjid Agung Al Munawwarah Banjarbaru, Kamis (16/4/2026) malam, dengan pendekatan bahasa yang dekat dengan Gen-Z.
“Rahasia kebahagiaan adalah ketika kita bisa menegakkan keseimbangan dalam hidup kita,” ujarnya.
Ia kemudian mengangkat kisah tiga sahabat Nabi yang memiliki kecenderungan ibadah berlebihan. Satu orang ingin beribadah sepanjang malam tanpa tidur, orang kedua ingin tidak menikah agar fokus beribadah, dan orang ketiga ingin berpuasa terus-menerus. Namun Rasulullah SAW mencontohkan kehidupan yang seimbang dengan tetap beribadah, tidur, menikah, dan berbuka saat berpuasa.
![]() |
| RAMAI: Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, berbaur bersama jamaah mengikuti kajian bersama Ustaz Hanan Attaki - Foto Dok Screenshot Yt BJBTV |
“Jadi hidup jangan terlalu ekstrem ke kanan, jangan juga terlalu ke kiri. Jadilah umat yang proporsional,” kata dia.
Menurutnya, Islam tidak mengajarkan sikap berlebihan dalam menjalani kehidupan, melainkan keseimbangan dalam seluruh aspek kehidupan manusia.
Ia juga menyoroti pentingnya keseimbangan dalam aspek spiritual atau batin. Menurutnya, ibadah tidak hanya diukur dari aspek fikih, tetapi juga dari kedalaman rasa dan keterhubungan hati dengan Allah SWT.
“Puncak iman adalah tasawuf atau tentang rasa. Manusia itu intinya adalah hati, kalau hatinya benar maka semuanya bagus,” ujarnya.
Ia mengajak jamaah untuk memperbanyak tafakur agar semakin mengenal Allah secara lebih dalam, bukan hanya sebatas ritual ibadah.
“Kalau kurang kuat rasa mengenai Allah di dalam hati, maka perbanyak tafakur,” katanya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga hubungan sosial yang seimbang. Menurutnya, terdapat lima relasi utama yang perlu dirawat, yaitu keluarga, tetangga, guru, sahabat, serta komunitas atau organisasi.
Ia juga mengingatkan agar manusia tidak terlalu bergantung pada media sosial dalam mencari perhatian.
“Sekarang kebanyakan dari kita lebih memerlukan atensi dari sosmed dan netizen supaya di-notice,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa interaksi langsung dalam lingkungan sosial lebih penting dibandingkan mengejar validasi di dunia maya.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga hubungan dengan alam, termasuk tanah, air, pohon, dan makhluk hidup lainnya sebagai bagian dari keseimbangan hidup.
Selain itu, ia menyampaikan pentingnya memberi waktu untuk diri sendiri di tengah kesibukan. Ia menyebut konsep me time dalam bahasa modern sebagai bentuk istirahat yang juga dicontohkan dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW melalui momen khalwat atau menyendiri.
![]() |
| KHUSU: Ratusan jamaah terlihat fokus memperhatikan ceramah agama yang disampaikan oleh Ustaz Hanan Attaki - Foto Dok Screenshot Yt BJBTV |
“Sesibuk apapun Nabi dengan ibadah dan agama, Nabi selalu memberikan waktu untuk dirinya sendiri,” katanya.
Ia menegaskan bahwa banyak kegelisahan dan keluhan dalam hidup muncul karena manusia kehilangan keseimbangan dalam menjalani berbagai aspek kehidupan, sehingga mudah tertekan di tengah dinamika kehidupan modern.
Penulis: H. Faidur



