Trending

Bandara Syamsudin Noor Rampungkan Persiapan, 6.758 Jemaah Haji Siap Diberangkatkan

BICARA: General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, saat menyampaikan kesiapan pihaknya untuk keberangkatan calon jemaah haji 2026 - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Bandara Internasional Syamsudin Noor di Kota Banjarbaru terus mematangkan persiapan menjelang keberangkatan calon jemaah haji (CJH) tahun 2026 melalui Embarkasi Banjarmasin.

Penerbangan perdana dijadwalkan berlangsung pada 24 April 2026 pukul 00.03 Wita. Tahun ini, embarkasi tersebut akan melayani sebanyak 19 kelompok terbang (kloter) dengan total 6.758 jemaah dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, menyatakan seluruh aspek operasional telah dipersiapkan secara matang, termasuk koordinasi lintas instansi.

“Hari ini kami berkoordinasi dengan Garuda Indonesia selaku maskapai pengangkut, Balai Kekarantinaan Kesehatan, Imigrasi, serta stakeholder bandara lainnya untuk memantapkan rencana operasi angkutan haji 2026,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Ia menjelaskan, mekanisme keberangkatan masih mengacu pada sistem satu pintu di Asrama Haji. Seluruh proses pemeriksaan, baik keamanan maupun keimigrasian, diselesaikan sebelum jemaah diberangkatkan ke bandara.

“Pemberangkatan direncanakan melalui frontage Gate Internasional, yakni Gate 7 atau Gate 8, dengan fasilitas garbarata untuk kenyamanan jemaah,” katanya.

Selain itu, layanan khusus juga disiapkan bagi jemaah lanjut usia guna memastikan proses keberangkatan berjalan lebih nyaman dan aman.

Untuk mendukung kelancaran di Asrama Haji, sedikitnya delapan personel Aviation Security (Avsec) diterjunkan khusus, sementara petugas di area bandara tetap bersiaga penuh.

Terkait jam operasional, bandara tetap beroperasi hingga pukul 23.00 Wita. Namun, pihak pengelola siap melakukan penyesuaian jika jadwal penerbangan haji melewati batas waktu tersebut.

“Kalau ada yang melebihi jam operasional, akan dilakukan extend sesuai kebutuhan,” kata Millyas.

Setelah dari Asrama Haji, jemaah akan diangkut menggunakan bus melalui sisi udara (airside) menuju pesawat, dan selanjutnya naik melalui fasilitas garbarata.

Pihak bandara juga akan memperkuat koordinasi melalui keterlibatan manajemen dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

“Setiap kloter akan dilayani menggunakan pesawat Airbus A330 milik Garuda Indonesia,” pungkasnya.

Penulis: H. Faidur

Lebih baru Lebih lama