Trending

MUI Desak Prabowo Keluar dari Board of Peace Jika Tak Ada Jalan Damai untuk Palestina

KESEPAKATAN: Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu pemimpin dunia yang menandatangani Board of Peace Charter dalam rangkaian World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss - Foto Dok Istimewa 

RILISKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Marsudi Syuhud, menyampaikan pesan kepada Presiden Prabowo Subianto agar mengevaluasi keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP). Ia menilai Indonesia sebaiknya keluar dari forum tersebut jika tidak ada celah nyata untuk memperjuangkan perdamaian bagi Palestina.

BoP merupakan inisiatif yang digagas Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, yang memuat 20 poin rencana perdamaian untuk Gaza dan telah disetujui oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 18 November 2025.

Indonesia bergabung dalam forum tersebut dengan tujuan mendorong upaya kemanusiaan serta memperjuangkan perdamaian bagi rakyat Palestina. Namun, memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya setelah eskalasi serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, memicu berbagai kritik terhadap posisi Indonesia di forum tersebut.

Marsudi menegaskan, keikutsertaan Indonesia dalam BoP seharusnya berfokus pada upaya perdamaian di Palestina, bukan pada konflik lain di kawasan.

“MUI menyampaikan pesannya kalau kira-kira di situ maslahatnya kurang ya keluar saja,” katanya, dikutip dari YouTube Kompas TV, Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, sejak awal tujuan Indonesia bergabung dalam BoP adalah untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

“Permintaannya jelas, ini kita harus berbuat untuk damai. Tapi BoP job-nya adalah perbuatan damai di Gaza dan di Palestina, BoP kan dari kemarin tidak ada job-nya untuk Iran,” ujarnya.

Marsudi menegaskan bahwa fokus utama yang harus diperjuangkan adalah terwujudnya kemerdekaan Palestina melalui jalur perdamaian.

“Pokoknya harus perdamaian yang dicita-citakan, yang diinginkan, apalagi kalau keinginan publik yang lebih luas lagi, Palestina harus merdeka, intinya kan di situ ini kalau ngomong BoP,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa ajaran agama mendorong umat untuk menempuh jalan damai jika masih ada peluang sekecil apa pun.

“Karena agama mengajarkan Wa In Janahu Lilssalmi Fajnah Laha Wa Tawakkal Ala Allahi Innahu Huwa As-Samiu Al-Alimu. Jika ada ruang sekecil apapun kecondongan untuk damai, masuklah,” tambah Marsudi.

Namun jika forum tersebut tidak lagi memberikan ruang untuk memperjuangkan perdamaian Palestina, ia menyarankan pemerintah mengambil langkah tegas.

“Kalau kira-kira memang sudah enggak mampu, stop, tidak ada celah untuk damai, ya ngapain ada manfaat di situ? Ya, keluar aja,” ungkapnya.

Di sisi lain, pemerintah menegaskan bahwa posisi Indonesia dalam forum tersebut tidak berubah. Menteri Luar Negeri Sugiono memastikan Indonesia tetap berada dalam BoP.

“Kita tetap di BoP,” ujar Sugiono usai menghadiri pertemuan Presiden Prabowo bersama sejumlah tokoh di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/3/2026) malam.

Ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada Sabtu (28/2/2026). Operasi militer tersebut memicu ledakan di Teheran dan memperluas ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Dalam serangan tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas saat berada di kantornya pada dini hari.

Sumber: Tribunnews.com

Lebih baru Lebih lama