![]() |
| DIALOG: Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, meninjau langsung penggunaan drum komposter bersama warga di Kelurahan Guntung Paikat, Banjarbaru Selatan - Foto Dok H. Faidur |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, meninjau langsung penggunaan drum komposter di Jalan Pandawa, Komplek Citra Berlian RT 03 RW 05, Kelurahan Guntung Paikat, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kamis (23/4/2026).
Peninjauan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap pemilahan sampah dari sumber yang digalakkan Kementerian Lingkungan Hidup, sekaligus mendorong perubahan gaya hidup masyarakat dalam mengelola sampah.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota menegaskan pentingnya memulai pemilahan sampah dari rumah tangga sebagai langkah awal membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat. Ia juga mengajak masyarakat menjadikan pengelolaan sampah sebagai bagian dari keseharian.
“Harus bergerak dari sekarang. Pemilahan sampah dimulai dari rumah. Ini bagian dari mendukung gerakan Indonesia asri dan membiasakan hidup sehat,” ujarnya.
Ia menambahkan, perubahan tersebut memang tidak mudah, namun perlu dilakukan secara bertahap hingga menjadi kebiasaan.
![]() |
| KOMPAK: Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, bersama warga serta aparat kelurahan dan kecamatan berfoto usai peninjauan komposter di Kelurahan Guntung Paikat - Foto Dok H. Faidur |
Sejalan dengan itu, Lurah Guntung Paikat, Reza Pahlevi, memastikan pemilahan sampah tidak hanya terfokus di satu lokasi, tetapi diterapkan secara menyeluruh di seluruh wilayah kelurahan.
Ia menyebut, berdasarkan hasil pemetaan, sebanyak 11 RT telah ditetapkan sebagai lokasi percontohan pemilahan dan pengolahan sampah sebagai tahap awal penerapan secara menyeluruh.
Selain itu, pihak kelurahan juga mengidentifikasi kebutuhan sarana pendukung, seperti komposter, lodong, dan ember. Beberapa warga mengusulkan penyediaan dua ember per rumah tangga serta satu komposter untuk lima rumah.
Untuk mendukung pelaksanaan di lapangan, kelurahan terus melakukan sosialisasi ke berbagai RT dengan melibatkan Ketua RT yang telah memahami teknis penggunaan fasilitas pengolahan sampah.
“Meski Komplek Rina Karya menjadi titik awal, kami juga menyisir seluruh RT di Guntung Paikat. Beberapa RT sudah menyatakan siap, dan warga sangat antusias, termasuk meminta tambahan lodong,” jelasnya.
Antusiasme tersebut menunjukkan mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjadikan pemilahan sampah sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.
Reza menambahkan, pihak kelurahan akan mendata kebutuhan warga serta menyalurkan bantuan dari Kementerian ke titik-titik yang membutuhkan, guna memastikan program berjalan optimal sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.
Penulis: H. Faidur


