![]() |
| BICARA: Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, saat menyampaikan arahan dalam rakor camat lurah se-Kota Banjarbaru - Foto Dok H. Faidur |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, menginstruksikan seluruh camat dan lurah untuk mengikuti kegiatan study tiru ke Jakarta Utara pada 3–5 April 2026.
Arahan tersebut disampaikan saat Rapat Koordinasi Camat dan Lurah se-Kota Banjarbaru yang digelar di Aula Kecamatan Banjarbaru Selatan, Senin (30/3/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya percepatan peningkatan pengelolaan sampah di daerah.
Wali Kota Lisa menegaskan pentingnya keterlibatan langsung para pemangku wilayah dalam mempelajari praktik terbaik pengelolaan sampah.
“Saya menugaskan langsung untuk mengikuti study tiru ini agar bisa melihat dan mempelajari metode pemilahan sampah, baik organik maupun anorganik, yang telah berjalan baik di daerah tujuan,” ujarnya.
Kegiatan study tiru ini akan difokuskan di Kelurahan Rorotan yang dinilai berhasil menerapkan sistem pemilahan sampah sejak dari sumber rumah tangga.
![]() |
| SOSOK: Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banjarbaru, Shanty Eka - Foto Dok H. Faidur |
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banjarbaru, Shanty Eka, menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Lingkungan Hidup yang mendorong Banjarbaru menjadi pilot project pengelolaan sampah terpilah mandiri.
“Kelurahan Rorotan merupakan salah satu wilayah yang telah berhasil melakukan pemilahan sampah dari rumah, sehingga menjadi referensi yang tepat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, hasil dari kegiatan study tiru diharapkan tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga langsung diimplementasikan oleh camat dan lurah di wilayah masing-masing.
Di sisi lain, Wali Kota juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam mendukung pengelolaan sampah di Kota Banjarbaru.
“Semua stakeholder juga diharapkan turut berpartisipasi aktif dalam pengelolaan sampah di Kota Banjarbaru,” tambahnya.
Berdasarkan evaluasi Kementerian Lingkungan Hidup, capaian pengelolaan sampah Banjarbaru saat ini masih berada di angka 11 persen, sementara target minimal nasional mencapai 25 persen.
Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah untuk segera meningkatkan capaian, termasuk melalui pelibatan aktif camat, lurah, dan masyarakat.
“Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita untuk meningkatkan capaian tersebut. Diharapkan, melalui keterlibatan camat dan lurah, partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah mandiri juga semakin meningkat. Hal ini juga menjadi salah satu syarat dalam meraih penghargaan Adipura,” pungkasnya.
Penulis: H. Faidur


