![]() |
| PENYEMATAN: Ketua TP PKK Kecamatan Banjarbaru Selatan menyematkan pin kepada Ketua TP PKK Kelurahan Guntung Paikat, Winda Sari - Foto Dok Putra Untuk Riliskalimantan |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Ketua TP PKK Kelurahan Guntung Paikat, Winda Sari, langsung tancap gas usai dilantik dengan memprioritaskan konsolidasi internal guna memperkuat fondasi organisasi di tingkat kelurahan.
Menurutnya, soliditas tim menjadi kunci utama agar program PKK dapat berjalan efektif dan tidak bergerak sendiri-sendiri.
“Konsolidasi internal pengurus, seperti pembagian tugas sesuai pokja agar tim solid sejak awal, tidak berjalan sendiri-sendiri. Kemudian membangun komunikasi aktif dengan lurah dan perangkat kelurahan, ketua RT/RW, kader posyandu, dasawisma, puskesmas, penyuluh KB, dan lainnya. Hal ini tentu sangat penting karena PKK tidak bisa berjalan sendiri, harus bersinergi,” ujarnya, Senin (30/3/2026) usai pelantikan TP PKK Kelurahan Guntung Paikat.
Tak hanya itu, Winda juga menekankan pentingnya penyusunan program berbasis data agar lebih tepat sasaran.
“Selanjutnya, pemetaan data dan kondisi wilayah, karena akan menjadi dasar program, bukan sekadar asumsi,” tambahnya.
![]() |
| PEMBACAAN KOMITMEN: Suasana pelantikan TP PKK Kelurahan Guntung Paikat di Aula Kecamatan Banjarbaru Selatan - Foto Dok Putra untuk Riliskalimantan |
Ke depan, ia menargetkan TP PKK Guntung Paikat menjadi organisasi yang aktif, terarah, dan berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan kesejahteraan keluarga.
“PKK Guntung Paikat ke depan kami harapkan menjadi PKK yang aktif, berbasis data, dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui kesehatan dan ekonomi rumah tangga. Kami berharap juga PKK menjadi pelopor lingkungan bersih dan mandiri pangan. Dalam hal ini, fokusnya pada kebersihan lingkungan, bank sampah, dan juga tanaman pekarangan,” jelasnya.
Di tengah perannya sebagai anggota DPRD di luar Kalimantan Selatan, Winda mengakui adanya tantangan dalam membagi waktu. Namun, ia memilih pendekatan kepemimpinan berbasis sistem agar roda organisasi tetap berjalan.
“Memimpin TP PKK kelurahan sambil menjadi anggota DPRD di provinsi lain tetap bisa berjalan efektif asalkan kami mengubah pola kepemimpinan dari selalu hadir menjadi menggerakkan sistem dan orang. Walaupun saya tidak bisa selalu ada, organisasi harus tetap hidup dan bergerak,” ungkapnya.
Ia juga mengandalkan teknologi untuk menjaga koordinasi antarpengurus.
“Di era modern saat ini, kita bisa berkoordinasi menggunakan grup WhatsApp pengurus inti maupun per pokja. Saya juga akan mengupayakan untuk bisa hadir, walaupun tidak terlalu sering, serta menyusun jadwal berkala,” katanya.
Menurutnya, kekuatan sistem dan tim menjadi faktor utama dalam menjaga keberlanjutan program.
“Dengan sistem yang kuat dan tim yang solid, insyaallah PKK Guntung Paikat tetap aktif, tertata, dan berdampak meskipun dipimpin secara lintas wilayah,” tegasnya.
Pengalaman Winda di dunia legislatif menjadi modal penting dalam kepemimpinannya. Ia diketahui juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Perindo DPRD Barito Timur serta Sekretaris Komisi III, dan telah menjalani dua periode sebagai anggota DPRD.
Terkait target program, ia mengaku optimistis, namun tetap realistis dalam melihat dinamika di lapangan.
“Saya boleh mengatakan sangat optimistis, tetapi optimistis yang realistis, kurang lebih 80 persen, bukan optimistis penuh 100 persen. Hal ini karena saya memiliki peran ganda sebagai ketua PKK dan juga anggota DPRD di wilayah yang berbeda, serta adanya ketergantungan pada tim dan dinamika kader serta masyarakat,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa fleksibilitas menjadi kunci agar program tetap berjalan.
“Artinya, timeline pasti akan sedikit bergeser dan ini hal yang normal, bukan kegagalan. Saya tidak mengejar kesempurnaan timeline, tetapi memastikan PKK tetap bergerak, hidup, dan berdampak. Optimistis? Ya. Harus fleksibel? Wajib. Harus siap penyesuaian? Pasti,” pungkasnya.
Penulis: H. Faidur


