![]() |
| SUNTIKAN: Ilustrasi pemberian imunisasi kepada anak-anak - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat kewaspadaan terhadap penyakit campak dengan melakukan surveilans lapangan serta menerbitkan surat edaran kepada seluruh kabupaten/kota. Langkah ini diambil guna mencegah penularan lebih luas, khususnya pada kelompok rentan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Diauddin, menegaskan pihaknya telah bergerak cepat memantau perkembangan kasus di lapangan.
“Untuk campak, surveilans kita sudah turun ke lapangan. Kita juga sudah membuat surat edaran ke kabupaten/kota untuk memastikan pencegahan penularan yang lebih luas,” ujar Diauddin, Rabu (4/3/2026).
Ia menjelaskan, sebagian besar kasus ditemukan pada anak-anak atau bayi yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Karena itu, masyarakat diminta tidak menunda, apalagi menolak imunisasi bagi anak.
“Kejadian ini banyak terjadi pada anak-anak atau bayi yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap. Pada kesempatan ini kami menghimbau kepada masyarakat supaya jangan sampai tidak melakukan imunisasi kepada anak-anaknya, apalagi sengaja menolak,” tegasnya.
Menurut Diauddin, campak dapat menyerang semua kelompok usia, namun risiko komplikasi hingga kematian lebih tinggi pada bayi karena daya tahan tubuhnya masih rendah.
“Usianya memang semua usia bisa kena campak. Tapi yang lebih berisiko menyebabkan kematian adalah bayi karena daya tahan tubuhnya rendah,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan orang tua agar mengenali gejala awal campak sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. Gejala umum meliputi demam tinggi, muncul ruam, mata merah, serta diawali batuk dan pilek.
“Kalau ada gejala-gejala campak biasanya ruam, panas tinggi, mata merah, diawali batuk pilek itu secepatnya dibawa berobat untuk pemeriksaan,” imbaunya.
Karena campak merupakan penyakit yang mudah menular, masyarakat diminta melakukan isolasi mandiri apabila anak menunjukkan gejala.
“Karena ini menular, kalau ada yang bergejala sebaiknya diisolasi di rumah dan diistirahatkan,” tambahnya.
Ia juga meluruskan pemahaman masyarakat bahwa campak berbeda dengan cacar, meskipun sama-sama disebabkan oleh virus.
“Campak dan cacar sama-sama virus, tapi berbeda,” pungkasnya.
Melalui langkah ini, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan mengajak seluruh orang tua untuk memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap sebagai cara paling efektif melindungi dari risiko komplikasi dan kematian akibat campak.
Sumber: MC Kalsel

