![]() |
| Dr. Taufik Arbain, M.Si |
RILISKALIMANTAN.COM - Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lambung Mangkurat, Dr. Taufik Arbain, M.Si, menegaskan bahwa masa depan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas demokrasi dan integritas elite politik.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum diskusi strategis Partai Gerakan Rakyat, Partai Gema Bangsa yang difasilitasi Intelkam Polda Kalimantan Selatan, dengan tema “Demokrasi-Politik, Kamtibmas Kondusif dan Masa Depan Indonesia: Catatan Strategis Pendidikan Politik Kader.”
Menurut Dr. Taufik, demokrasi tidak dapat dipahami semata sebagai mekanisme pemilu dan representasi politik. Demokrasi juga menyangkut stabilitas sosial, kepercayaan publik, dan penegakan hukum yang konsisten. “Keamanan daerah bukan hanya soal patroli, tetapi soal kualitas elite politik. Integritas adalah fondasi sitkamtibmas,” tegasnya.
Dalam paparannya, ia menyoroti bagaimana dinamika politik era digital kerap dipenuhi konstruksi narasi yang kontraproduktif. Kegaduhan politik, menurutnya, seringkali bukan lahir dari fakta objektif, melainkan dari framing elite yang membangun ketakutan dan delegitimasi.
Dr. Taufik menjelaskan bahwa narasi politik memiliki dampak langsung terhadap stabilitas keamanan. Narasi yang menebar ketakutan dapat melemahkan kepercayaan publik terhadap aparat dan institusi demokrasi, sehingga berpotensi mengganggu ketertiban sipil.
Mengacu pada pemikiran Gabriel Almond dan Sidney Verba dalam The Civic Culture, Dr. Taufik menekankan bahwa stabilitas demokrasi sangat bergantung pada budaya politik partisipan, yakni warga dan elite yang sadar hukum, toleran, dan percaya pada proses demokrasi.
“Pendidikan politik membentuk orientasi kognitif, afektif, dan evaluatif warga terhadap sistem politik. Tanpa pendidikan politik yang matang, demokrasi hanya berhenti pada prosedur, bukan substansi,” jelas Direktur Lembaga Survei Banua Meter ini.
![]() |
| Dr Taufik Arbain saat berbicara di forum diskusi “Demokrasi-Politik, Kamtibmas Kondusif dan Masa Depan Indonesia: Catatan Strategis Pendidikan Politik Kader" (Foto: istimewa) |
Dr. Taufik turut menyoroti krisis kepercayaan terhadap partai politik akibat kasus korupsi, pragmatisme transaksional, dan melemahnya fungsi representasi parlemen. Fenomena ini, menurutnya, dapat memperkuat jebakan oligarki dan mempercepat degradasi nilai demokrasi seperti keadilan, partisipasi, dan kesetaraan.
“Yang sangat membahayakan jika jebakan oligarki yang bisa saja berjubah kedermawanan, keagamaan, dan lainnya,” tegas Ketua DPD IAPA Kalsel ini.
Mengutip gagasan Robert A. Dahl dan Amartya Sen, Dr. Taufik menjelaskan bahwa demokrasi harus menjamin freedom from fear dan freedom from want. Artinya, keamanan tidak hanya dimaknai sebagai ketiadaan konflik, tetapi juga hadirnya kesejahteraan, keadilan, dan pelayanan publik yang berkualitas. Jadi stabilitas sipil tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi juga elite politik dan seluruh elemen Masyarakat.
Editor: Khairiadi Asa


