![]() |
| SOSOK: Aulia Rahman (28), satpam yang terinspirasi dengan Letkol Teddy Indra Wijaya - Foto Dok Hafiz untuk Riliskalimantan |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Di balik hiruk-pikuk tamu yang datang dan pergi di Omah Hotel, Jalan Sultan Adam, ada sosok berseragam rapi yang selalu sigap menyambut dengan senyum ramah. Dialah Aulia Rahman (28), seorang satpam yang menyimpan mimpi besar: suatu hari bisa mengabdi di lingkaran pemerintahan, bahkan menjadi Sekretaris Kabinet.
Siang itu, Aulia tampak berdiri tegap di pos jaga. Sesekali ia membantu tamu mengarahkan parkir kendaraan, membuka pintu, hingga memberi informasi. Pekerjaan yang ia jalani dengan penuh tanggung jawab itu, ternyata tak menghalangi semangatnya untuk terus bermimpi.
“Setiap orang punya kesempatan untuk sukses, asal mau berusaha dan disiplin,” ujar Aulia, membuka cerita.
Inspirasi itu datang dari sosok atau yang lebih dikenal sebagai Letkol Teddy. Bagi Aulia, perjalanan karier Teddy yang berawal dari militer hingga dipercaya menjadi Sekretaris Kabinet menjadi motivasi tersendiri.
![]() |
| POSE: Aulia Rahman (28), saat menjalankan profesinya sebagai keamanan salah satu penginapan di Kota Banjarmasin - Foto Dok Hafiz untuk Riliskalimantan |
“Saya kagum dengan beliau. Dari seorang prajurit bisa sampai ke posisi penting di pemerintahan. Itu bukti kalau kerja keras dan dedikasi bisa membawa seseorang ke tempat yang tinggi,” katanya.
Aulia mengaku mulai mengikuti kiprah Teddy melalui berita dan media sosial. Dari sana, ia belajar tentang kedisiplinan, kepemimpinan, dan pentingnya integritas dalam bekerja.
“Bukan hanya jabatan yang saya lihat, tapi prosesnya. Bagaimana beliau bisa dipercaya, itu yang ingin saya tiru,” ungkapnya.
Di sela tugasnya sebagai satpam, Aulia memanfaatkan waktu luang untuk membaca buku, mengikuti perkembangan berita nasional, dan memperdalam pengetahuan tentang pemerintahan. Ia percaya, bekal wawasan sangat penting jika ingin melangkah lebih jauh.
“Kalau hanya bermimpi tanpa usaha, ya tidak akan ke mana-mana. Jadi saya pelan-pelan belajar,” ujarnya.
Meski jalannya tidak mudah, Aulia tetap optimistis. Ia menyadari latar belakangnya bukan dari kalangan elite, namun hal itu tidak menyurutkan tekadnya.
“Yang penting kita punya tujuan. Soal nanti sampai atau tidak, itu urusan Allah. Tapi usaha harus maksimal,” katanya dengan nada mantap.
Rekan kerjanya di Omah Hotel pun mengenal Aulia sebagai pribadi yang disiplin dan pekerja keras. Ia jarang mengeluh dan selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada setiap tamu.
“Aulia itu orangnya rajin dan sopan. Kalau jaga, dia benar-benar serius,” ujar salah satu rekannya.
Bagi Aulia, menjadi satpam bukan sekadar pekerjaan, melainkan juga tempat belajar tentang tanggung jawab dan pelayanan. Ia percaya, dari titik inilah perjalanan besarnya dimulai.
“Tidak ada pekerjaan yang kecil. Semua bisa jadi batu loncatan,” ucapnya.
Di tengah rutinitas yang sederhana, mimpi Aulia Rahman tetap menyala. Dari pos jaga di Jalan Sultan Adam, ia menatap jauh ke depan—membayangkan suatu hari bisa berdiri di pusat pemerintahan, membawa perubahan, dan mengabdi untuk negeri, seperti sosok yang menginspirasinya.
Penulis: H. Faidur/Hafiz


