![]() |
| SOSOK: Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan (Disdikbud Kalsel) siap mewujudkan salah satu janji kampanye Gubernur dan Wakil Gubernur H. Muhidin-Hasunuryadi Sulaiman terkait peningkatan akses pendidikan melalui penguatan program pendidikan kesetaraan paket A, B, dan C.
Sebagai langkah konkret, Disdikbud Kalsel mengalokasikan anggaran sebesar Rp500 juta untuk setiap kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. Dana ini ditujukan untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan kesetaraan bagi masyarakat yang putus sekolah.
Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra, menegaskan program ini merupakan bagian dari tiga janji prioritas utama di bidang pendidikan, yaitu pembangunan pesantren modern, penguatan pendidikan kesetaraan paket A, B, dan C, serta peningkatan kualitas pendidikan secara umum.
“Kami sudah memiliki data anak-anak yang putus sekolah. Dana ini akan disalurkan melalui BPKAD dan penggunaannya harus tepat sasaran, khusus untuk anak-anak tersebut,” ujar Tantri di Banjarbaru, Jumat (13/2/2026).
Ia menambahkan, keberhasilan program sangat bergantung pada kolaborasi dengan Dinas Pendidikan di tingkat kabupaten/kota. Mekanisme pelaksanaan meliputi penyaluran dana ke seluruh kabupaten/kota, penggunaan data spesifik anak putus sekolah sebagai dasar penetapan sasaran, serta penargetan penurunan angka putus sekolah dan peningkatan angka partisipasi sekolah.
Keberhasilan program akan diukur melalui perbaikan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan yang dirilis oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada periode 2026–2027.
Tantri berharap program ini mampu meningkatkan rata-rata lama sekolah di Kalimantan Selatan secara signifikan, sekaligus berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di Banua.
Sumber: MC Kalsel

