Trending

Cak Imin: Musibah Tambah Kemiskinan Ekstrem, Pemberdayaan Harus Jadi Solusi Fundamental

SOSOK: Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menyatakan bahwa rentetan musibah yang terjadi di Indonesia turut berdampak pada meningkatnya jumlah kemiskinan ekstrem. Meski demikian, ia menegaskan upaya penanggulangan kemiskinan harus terus dijalankan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikannya dalam acara Launching Kolaborasi Indonesia Berdaya Ramadhan yang digelar secara virtual dari Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (12/2/2026).

"Meskipun musibah demi musibah akan terus menambah jumlah kemiskinan ekstrem baru, tapi kita yakin, bahwa penanggulangan kemiskinan dengan melalui berbagai upaya," ujar Cak Imin.

Ia menekankan bahwa kemiskinan tidak boleh dibiarkan menjadi persoalan yang terus berulang tanpa penyelesaian mendasar.

"Kemiskinan tidak boleh lagi menjadi fakta yang terus menerus tanpa diatasi secara fundamental," ujar dia.

Cak Imin mengakui, selama puluhan tahun pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi angka kemiskinan. Namun, ia menilai masih terdapat kegagalan dalam pendekatan dan strategi yang digunakan.

"Pengalaman 20 tahun terakhir, bahkan 55 tahun terakhir, kita mengalami berbagai kegagalan yang fundamental, di dalam pendekatan, cara kerja, termasuk pada wilayah strategi penanggulangan kemiskinan," ujar Cak Imin.

Pemerintah, lanjutnya, tidak ingin kembali mengulang kesalahan yang sama dalam upaya memberantas kemiskinan. Ia mengajak seluruh pihak untuk menjadikan pengalaman masa lalu sebagai pembelajaran demi mencapai keberhasilan ke depan.

"Tidak ada kegagalan yang perlu kita ulangi, kecuali menjadi pembelajaran untuk kita hindari berbagai kegagalan. Meskipun hari ini tingkat kemiskinan relatif terus menurun, sampai pada angka 8,25 persen di September 2025," kata Cak Imin.

"Namun hasil ini tidak artinya, dan bahkan menghadapi tantangan ke depan yang serius apabila kita tidak menghadirkan pemberdayaan yang utuh bagi masyarakat kita," ujarnya menambahkan.

Sumber: Kompas.com

Lebih baru Lebih lama