![]() |
| KUNJUNGAN: Presiden Prabowo Subianto saat berada di Tapanuli Selatan - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto merespons kritik dan desakan publik yang meminta agar bencana longsor dan banjir di sejumlah wilayah Sumatera ditetapkan sebagai bencana nasional. Penjelasan tersebut disampaikan Prabowo saat rapat terbuka usai meninjau hunian bagi korban bencana di Aceh Tamiang yang dibangun oleh Danantara.
Prabowo menjelaskan bahwa penetapan status bencana nasional mempertimbangkan kemampuan negara dalam menangani dampak bencana. Ia menegaskan, Indonesia memiliki 38 provinsi dan saat ini bencana di Sumatera berdampak pada tiga provinsi.
“Jadi saudara-saudara, masih ada yang mempersoalkan kenapa tidak bencana nasional? Ya masalahnya adalah kita punya 38 provinsi. Masalah ini berdampak di 3 provinsi. Masih ada 35 provinsi lain. Jadi kalau sementara kita, 3 provinsi ini kita sebagai bangsa, sebagai negara kita mampu menghadapi, ya kita tidak perlu menyatakan bencana nasional,” kata Prabowo, dikutip dari siaran daring YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (1/1/2025).
Meski tidak menetapkan status bencana nasional, Prabowo menegaskan hal tersebut tidak berarti pemerintah mengurangi upaya penanganan. Ia memastikan bantuan dan perhatian pemerintah tetap diberikan secara maksimal kepada masyarakat terdampak.
“Nyatanya dari seluruh kabinet hari ini ada berapa menteri di sini? Dua menteri sedang di Aceh Utara. Sepuluh menteri sedang di Aceh sekarang. Ada beberapa menteri lagi yang sedang di tempat lain? Dan juga kita masih hadapi beberapa lagi kabupaten di beberapa provinsi lain yang juga ada masalah,” ujar Prabowo.
Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk menangani bencana di Sumatera dengan sungguh-sungguh dan mengerahkan seluruh kemampuan negara.
“Jadi saudara-saudara, kita memandang sangat serius dan kita akan habis-habisan untuk membantu. Kita sudah siapkan anggaran cukup besar untuk mengatasi ini,” tutupnya.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 31 Desember 2025, dampak bencana hidrometeorologi di tiga provinsi Sumatera cukup besar. Di Sumatera Utara, tercatat 365 orang meninggal dunia, 60 orang dinyatakan hilang, dan 11.574 warga mengungsi. Di Aceh, jumlah korban meninggal mencapai 527 orang, 31 orang dilaporkan hilang, serta 356.655 warga terpaksa mengungsi. Sementara di Sumatera Barat, bencana menyebabkan 262 orang meninggal dunia, 74 orang hilang, dan 9.935 warga harus meninggalkan tempat tinggalnya.
Sumber: Nett

