![]() |
| RAMAI: Suasana malam pergantian tahun baru 2026 di kawasan simpang empat Banjarbaru - Foto Dok H. Faidur |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Pengamanan malam pergantian Tahun Baru 2026 di Kota Banjarbaru berlangsung kondusif tanpa euforia berlebihan. Personel gabungan dari berbagai unsur disiagakan sejak Rabu malam hingga Kamis (1/1/2026) dini hari untuk memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga.
Puluhan hingga ratusan petugas gabungan ditempatkan di sejumlah titik strategis guna membatasi aktivitas masyarakat yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas. Berdasarkan pantauan di lapangan, meskipun sempat terdengar suara petasan dan kembang api, aktivitas tersebut berlangsung singkat karena berada dalam pengawasan ketat aparat.
Pembatasan perayaan dilakukan secara tegas, terutama terhadap penggunaan petasan berukuran besar dan bersuara keras. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarbaru juga melakukan penyekatan terhadap kendaraan yang membawa perangkat suara berdaya besar atau dikenal dengan istilah sound horeg.
Kepala Satpol PP Kota Banjarbaru, Dedy Sutoyo, menyampaikan bahwa pengamanan difokuskan di sejumlah lokasi yang kerap menjadi titik kumpul masyarakat saat malam pergantian tahun, seperti Bundaran Simpang Empat, Lapangan dr Murdjani, dan kawasan Tugu Kilometer Nol Banjarbaru.
“Biasanya dari Bundaran Simpang Empat masyarakat bergeser ke Lapangan dr Murdjani. Karena itu kami bersama petugas lainnya melakukan pembatasan, salah satunya dengan mencegah masuknya sound horeg,” ujar Dedy, Kamis (1/1/2026).
Ia menambahkan, sekitar 100 personel Satpol PP dikerahkan untuk memperkuat pengamanan di titik-titik keramaian tersebut, bekerja sama dengan sejumlah instansi terkait lainnya.
Menurut Dedy, pembatasan perayaan malam tahun baru juga merupakan tindak lanjut dari arahan kepala daerah agar masyarakat merayakan pergantian tahun secara lebih sederhana dan penuh empati, mengingat kondisi bangsa yang tengah menghadapi berbagai bencana.
“Ada arahan dari Wali Kota agar perayaan dilakukan secara sederhana dan penuh empati. Oleh karena itu, penggunaan kembang api juga kami batasi,” tegasnya.
Selain pengamanan di ruang publik, petugas gabungan juga melakukan pemantauan ke sejumlah kafe dan tempat hiburan malam (THM) di wilayah Kota Banjarbaru. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada pesta pergantian tahun yang melanggar ketentuan yang telah ditetapkan.
“Alhamdulillah, kafe-kafe sudah tersosialisasi dengan baik. Tim yang dipimpin Disporabudpar juga menyisir THM, dan anggota Satpol PP ikut mendampingi untuk memastikan tidak ada kegiatan pesta,” pungkas Dedy.
Penulis: H. Faidur

