![]() |
| GENANGAN AIR: Kondisi SD Negeri 2 Bangkal di hari pertama masuk sekolah usai libur semester - Foto Dok H. Faidur |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Kegiatan belajar mengajar hari pertama setelah libur di SD Negeri 2 Bangkal, Kota Banjarbaru, tetap terlaksana sebagaimana mestinya. Meski kondisi sekolah sudah terbebas dari genangan, pihak sekolah masih meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi banjir susulan akibat naiknya debit air di wilayah hulu.
Kepala SDN 2 Bangkal, Nur Ihwanto, mengatakan air yang sempat menggenangi area sekolah telah surut sejak sekitar satu minggu terakhir. Namun, hujan yang kembali turun serta informasi kenaikan air dari daerah hulu membuat pihak sekolah bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.
“Alhamdulillah hari pertama masuk sekolah kondisi surut. Sudah sekitar seminggu ini air turun, tapi tadi ada informasi air naik lagi di daerah hulu, jadi kami tetap siaga karena kemungkinan sore ini air bisa datang lagi,” ujarnya, Senin (5/1/2025).
Ia mengungkapkan, saat banjir melanda, kondisi di lingkungan sekolah cukup memprihatinkan. Air bahkan sempat masuk ke ruang-ruang kelas dan mengganggu fasilitas pembelajaran. Pada banjir besar yang terjadi Minggu malam (28/12), ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa.
“Air sempat masuk ke kelas, peralatan elektronik langsung kami amankan. Kemarin juga sudah dibantu BPBD untuk pembersihan ruang kelas,” jelasnya.
Menurut Ihwanto, apabila banjir kembali terjadi akibat air kiriman, pihak sekolah akan kembali melakukan pengamanan fasilitas serta pembersihan ruang kelas agar proses belajar bisa segera dilanjutkan.
Sebagai langkah antisipasi, sekolah juga telah menyiapkan opsi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) apabila kondisi tidak memungkinkan untuk pembelajaran tatap muka.
“Kalau banjir, biasanya kami lapor dulu ke dinas untuk izin PJJ. Setelah ada izin, baru kami laksanakan,” katanya.
Ia juga mengingatkan para siswa agar mengutamakan keselamatan dan tidak memaksakan diri datang ke sekolah ketika banjir terjadi.
“Biasanya anak-anak ingin ke sekolah untuk membantu, tapi kami imbau tetap di rumah saja. Karena kondisi banjir juga terjadi di lingkungan rumah mereka,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, Abdul Basid, menyampaikan bahwa hingga kini belum ada laporan terbaru terkait sekolah yang terdampak banjir di wilayah Banjarbaru.
“Saat ini belum ada laporan. Hanya saja beberapa minggu lalu ada dua sekolah terdampak, yakni SMP 12 dan SDN 2 Bangkal,” sebutnya.
Dinas Pendidikan mengimbau seluruh satuan pendidikan agar terus memantau kondisi cuaca dan lingkungan sekitar, serta segera melaporkan apabila terjadi genangan yang berpotensi mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Penulis: H. Faidur

