Trending

DPMD Kalsel Targetkan Perkuat Dimensi Ekonomi Desa Demi Pertahankan Lima Besar Indeks Desa Nasional

KOORDINASI: DPMD melakukan rapat penguatan dimensi ekonomi desa guna mempertahankan capaian Indeks Desa peringkat lima nasional pada 2026 - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya untuk mempertahankan capaian Indeks Desa peringkat lima nasional pada 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan dimensi ekonomi desa, khususnya pada sub-dimensi yang masih dinilai perlu ditingkatkan.

Komitmen ini disampaikan Kepala DPMD Provinsi Kalimantan Selatan, Iwan Ristianto melalui Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Desa, Muhammad Agus Fariady, usai rapat pembahasan Indeks Desa di Banjarbaru.

Muhammad Agus Fariady mengatakan bahwa Kalimantan Selatan telah mencatat prestasi membanggakan pada dimensi ekonomi desa dengan menembus lima besar nasional. Meski demikian, pihaknya menegaskan bahwa peningkatan kualitas tetap menjadi prioritas.

“Provinsi Kalimantan Selatan sudah cukup berprestasi, khususnya pada dimensi ekonomi yang masuk lima besar se-Indonesia. Tahun 2026 ini kita akan lebih meningkatkan sub-dimensi yang masih ada kekurangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dimensi ekonomi dalam Indeks Desa memiliki bobot signifikan, yakni mencapai 25 persen. Dimensi tersebut terdiri dari dua sub-dimensi utama, yaitu produksi desa dan fasilitasi pendukung.

“Masih ada beberapa yang perlu kita perkuat, terutama terkait merek dagang atau merek produk unggulan desa, kemudian fasilitasi seperti akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), penginapan, dan fasilitas pendukung lainnya,” jelas Agus.

Lebih lanjut, Agus menyebutkan bahwa DPMD Kalsel telah menetapkan fokus pembinaan pada desa-desa yang berada dalam masa transisi status, yakni dari desa berkembang menuju desa maju, serta dari desa maju menuju desa mandiri.

“Tadi sudah ditetapkan beberapa desa yang akan menjadi fokus kita. Mudah-mudahan di tahun 2026 target yang sudah kita tetapkan ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan hasil yang baik,” tuturnya.

Sementara itu, Koordinator Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Provinsi Kalimantan Selatan, Mugiharto Wakhmadi, menyampaikan bahwa rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari pembahasan sebelumnya terkait arah pembangunan desa di Kalimantan Selatan.

“Pembangunan desa di Kalimantan Selatan leading sectornya adalah DPMD. Salah satu indikator keberhasilan pembangunan desa adalah Indeks Desa, yang menjadi tolok ukur apakah desa itu berkembang, maju, atau mandiri,” ujarnya.

Menurut Mugiharto, dimensi ekonomi memiliki peran strategis karena bobotnya mencapai 25 persen dalam Indeks Desa. Oleh karena itu, diperlukan dorongan kebijakan dan intervensi yang terarah.

“Ini yang menjadi alasan kami hadir bersama Pak Agus selaku penanggung jawab dimensi ekonomi di DPMD. Ke depan akan ada kerja sama dengan SKPD terkait, baik dari sisi kebijakan maupun bentuk intervensi, agar desa-desa yang potensial bisa lebih maju secara ekonomi,” pungkasnya.

Sumber: MC Kalsel 

Lebih baru Lebih lama