Trending

Curah Hujan Februari 2026 Diprediksi Tinggi, BPBD Kalsel Tingkatkan Kesiapsiagaan

PAMFLET: Ilustrasi pertolongan korban banjir oleh BPBD - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, menyampaikan ringkasan prediksi curah hujan di wilayah Kalimantan Selatan pada Februari 2026 berdasarkan analisis BMKG Kalimantan Selatan.

Menurut Ronny, sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan diperkirakan mengalami curah hujan kategori menengah hingga tinggi. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan genangan di sejumlah wilayah rawan.

“BPBD Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan ringkasan prediksi curah hujan ini sebagai bentuk peringatan dini kepada seluruh pemerintah daerah kabupaten/kota dan masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem,” ujar Ronny.

Ronny menjelaskan bahwa status peringatan dini curah hujan dibagi dalam beberapa kategori, yakni Waspada dengan intensitas 150–200 mm per dasarian, Siaga 200–300 mm per dasarian, serta Awas di atas 300 mm per dasarian. Berdasarkan hasil pemantauan, sejumlah kabupaten/kota di Kalimantan Selatan berada pada kategori Waspada dan Siaga, sementara tidak ada wilayah yang masuk kategori Awas.

Ia menegaskan bahwa BPBD Kalimantan Selatan telah mengoordinasikan langkah kesiapsiagaan dengan BPBD kabupaten/kota. Upaya tersebut meliputi pemantauan wilayah rawan bencana, pengecekan sarana dan prasarana kebencanaan, serta kesiapan personel dan logistik.

“Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi cuaca dari BMKG dan BPBD, meningkatkan kewaspadaan terutama di daerah bantaran sungai dan lereng perbukitan, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila terjadi kondisi darurat,” tambahnya.

BPBD Provinsi Kalimantan Selatan berharap, penyampaian informasi prediksi curah hujan ini dapat mendorong upaya mitigasi dan kesiapsiagaan sejak dini, sehingga risiko dan dampak bencana pada Februari 2026 dapat diminimalkan.

Sumber: MC Kalsel 

Lebih baru Lebih lama