RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Kota Banjarbaru menjadi lokasi peluncuran Program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia. Kegiatan nasional tersebut digelar di SMP Negeri 2 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).
Peluncuran program dipimpin langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pembangunan budaya sekolah yang aman dan nyaman merupakan tanggung jawab bersama seluruh unsur pendidikan.
Menurut Abdul Mu’ti, lingkungan sekolah harus menjadi ruang yang sehat secara sosial maupun alam, sehingga seluruh warga sekolah merasa terlindungi dan dihargai.
Ia menjelaskan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman memiliki perbedaan mendasar dibandingkan regulasi sebelumnya, karena menekankan pendekatan yang lebih humanis, komprehensif, dan partisipatif.
“Pendekatan yang kita kedepankan adalah budaya mendengar, menerima, menghormati, dan melayani. Karena itu, sanksi diminimalkan, bahkan dalam beberapa hal hampir tidak ada. Kita ingin membangun kesadaran, bukan ketakutan,” jelas Abdul Mu’ti.
Pendekatan humanis tersebut, lanjutnya, diharapkan dapat melibatkan seluruh unsur pendidikan, termasuk peserta didik sebagai agen utama pembentuk budaya sekolah.
“Selain aman dan nyaman, Kemendikdasmen juga mendorong terciptanya budaya sekolah yang gembira,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Abdul Mu’ti turut memperkenalkan jingle Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai sarana edukasi dan penguatan nilai positif di lingkungan sekolah. Ia menekankan bahwa regulasi hanyalah sebagai pedoman, sementara implementasi nyata di sekolah menjadi kunci keberhasilan.
“Tujuan akhirnya adalah menumbuhkan rasa aman bagi siapa pun yang berada di sekolah, agar anak-anak bisa belajar dengan gembira, penuh sukacita, dan berprestasi sesuai bakat serta minat masing-masing,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, menyampaikan apresiasi atas terpilihnya SMP Negeri 2 Banjarbaru sebagai lokasi peluncuran program nasional tersebut. Menurutnya, penunjukan tersebut mencerminkan komitmen Kota Banjarbaru dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
Ia memaparkan sejumlah prestasi SMP Negeri 2 Banjarbaru yang berdiri sejak 29 September 1979, di antaranya predikat Adiwiyata Mandiri sejak 2018, Sekolah Siaga Kependudukan sejak 2017, serta Juara III Lomba Sekolah Siaga Kependudukan Tingkat Nasional tahun 2024 yang mengungguli lebih dari 600 sekolah se-Indonesia.
Selain itu, pada tahun 2025 sekolah tersebut juga meraih juara kebersihan tingkat kota dan secara konsisten mendukung program Adipura setiap tahunnya.
“Dengan berbagai prestasi tersebut, sangat tepat jika SMP Negeri 2 Banjarbaru dipilih sebagai lokasi peluncuran program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Semoga program ini membawa manfaat besar bagi pembentukan karakter anak dan peningkatan kualitas pendidikan,” ujarnya.
Peluncuran program tersebut juga dirangkai dengan kegiatan senam Anak Hebat yang diikuti Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, rombongan, serta warga sekolah di lapangan SMP Negeri 2 Banjarbaru.
Penulis: H. Faidur

