![]() |
| SOSOK: Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kaltim, Dasmiah - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, KALTIM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) mulai membangun skema kolaboratif dengan tiga pemerintah daerah untuk memperluas dukungan pendidikan bagi mahasiswa. Tiga daerah yang diajak bersinergi ialah Penajam Paser Utara (PPU), Bontang, dan Kutai Kartanegara (Kukar).
Upaya ini menyasar perluasan manfaat Program GratisPol yang selama ini hanya menanggung Uang Kuliah Tunggal (UKT). Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa diharapkan juga dapat memperoleh bantuan biaya hidup atau life cost dari pemerintah kabupaten/kota masing-masing.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Kaltim, Dasmiah, menerangkan bahwa terobosan ini lahir dari kebutuhan mahasiswa, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Ia menyebut bahwa meski kewenangan perguruan tinggi berada di pemerintah pusat, Pemprov Kaltim ingin membuka jalan agar pendidikan tinggi semakin terjangkau.
“Berdasarkan Pergub Nomor 24 Tahun 2025, syarat penerima bantuan tidak sulit. Yang penting penerima adalah penduduk Kaltim minimal tiga tahun, dibuktikan dengan KTP,” jelasnya, Jumat (29/11/2025).
Dasmiah juga memaparkan batasan usia penerima bantuan: jenjang S1 maksimal 25 tahun, S2 maksimal 35 tahun, dan S3 maksimal 40 tahun. Ketentuan ini dikecualikan bagi guru dan dosen, namun syarat domisili tetap wajib dipenuhi.
Saat ini, kata dia, bantuan Pemprov Kaltim masih berfokus pada biaya UKT. Sementara itu, dukungan life cost diharapkan dapat ditangani pemerintah daerah masing-masing agar skema bantuan tidak tumpang tindih.
“Kami meminta kabupaten/kota membantu menanggung life cost, terutama bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Dengan begitu, beban biaya kuliah maupun kebutuhan hidup bisa ditangani bersama,” ujarnya.
Komunikasi awal telah dilakukan Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji dengan kepala daerah PPU, Bontang, dan Kukar untuk menyamakan komitmen. Harapannya, mahasiswa asal tiga daerah tersebut dapat memperoleh dukungan yang lebih komprehensif.
Dasmiah menegaskan bahwa rencana ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia di Kaltim.
“Ini masih tahap rencana. Pak Wagub sudah mengomunikasikan dengan para kepala daerah. Semoga berjalan baik,” tutupnya.
Penulis: Dy

