Trending

Banjarbaru Raih Penghargaan SPMB Terbaik 2026, Skor Literasi SMP Capai 88,42 Persen

KOMPAK: Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu'ti, saat peluncuran Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di SMPN 2 Banjarbaru - Foto Dok H. Faidur

RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Pemerintah Banjarbaru kembali menorehkan prestasi di bidang pendidikan. Melalui Dinas Pendidikan, Kota Banjarbaru berhasil meraih penghargaan Apresiasi Kinerja Terbaik Implementasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang Objektif dan Transparan pada ajang BPMP Kalsel Award 2026.

Penghargaan tersebut diumumkan dan diserahkan langsung oleh Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Kalimantan Selatan (BPMP) Kalsel, Yuli Haryanto, kepada Kepala Dinas Pendidikan Banjarbaru, Abdul Basid, dalam rangkaian Konsolidasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan pada Kamis (26/2/2026) di Grand Qin Hotel.

Kepala Dinas Pendidikan Banjarbaru, Abdul Basid, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menilai penghargaan ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan sistem penerimaan murid baru yang adil, transparan, dan bebas pungutan.

“Alhamdulillah dalam BPMP Kalsel Award 2026 Kota Banjarbaru berhasil memperoleh penghargaan Apresiasi Kinerja Terbaik Implementasi SPMB yang Objektif dan Transparan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari terbitnya petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan SPMB yang langsung diterbitkan oleh Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, dengan penekanan pada prinsip transparansi dan bebas pungutan.

PRESTASI: Kepala Dinas Pendidikan Banjarbaru, Abdul Basid, menerima penghargaan Apresiasi Kinerja Terbaik Implementasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang Objektif dan Transparan pada ajang BPMP Kalsel Award 2026 - Foto Dok Istimewa

“Juknis pelaksanaan SPMB diterbitkan langsung oleh Ibu Wali Kota dengan penegasan transparansi dan bebas pungutan. Kerapian pengelolaan data secara online dalam pelaksanaan SPMB juga menjadi dasar diperolehnya penghargaan tersebut,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa selama proses pelaksanaan SPMB tidak terdapat laporan dari orang tua siswa kepada Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan.

“Tidak adanya laporan ke Ombudsman menunjukkan proses berjalan sesuai aturan dan harapan masyarakat,” tambah Abdul Basid.

Tak hanya itu, capaian membanggakan juga terlihat pada hasil Rapor Pendidikan jenjang SMP. Kota Banjarbaru mencatat skor literasi sebesar 88,42 persen, yang menjadi pencapaian tertinggi pada ranah tersebut.

Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, menyampaikan apresiasi atas kerja kolektif seluruh jajaran pendidikan yang berkontribusi terhadap capaian tersebut.

“Penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama, mulai dari Dinas Pendidikan, kepala sekolah, guru-guru, hingga orang tua siswa. Capaian literasi 88,42 persen ini menunjukkan bahwa upaya kita membangun ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas sudah berada di jalur yang tepat,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).

Menurut Lisa, capaian tersebut selaras dengan implementasi kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia melalui Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Sekolah Aman dan Nyaman.

“Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah. Ke depan, Pemerintah Kota Banjarbaru akan terus melahirkan inovasi di bidang pendidikan agar mutu pembelajaran dan pelayanan kepada peserta didik semakin baik,” tutupnya.

Penulis: H. Faidur

Lebih baru Lebih lama