Trending

Opsen PKB Sentuh Rp120 Miliar, Pemkot Banjarmasin Kian Percaya Diri Genjot PAD 2025

KOMPAK: Gelaran Sosialisasi Pajak Daerah, Penganugerahan Wajib Pajak Daerah Terbaik, dan Gebyar Panutan Pajak Kendaraan Bermotor yang dilaksanakan oleh BPKPAD Banjarmasin - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Pemerintah Kota Banjarmasin terus menunjukkan progres positif dalam upaya meningkatkan pendapatan daerah. Hal itu mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Pajak Daerah, Penganugerahan Wajib Pajak Terbaik, dan Gebyar Panutan Pajak Kendaraan Bermotor yang digelar BPKPAD Kota Banjarmasin di Hotel Fugo, Sabtu (15/11/2025).

Acara dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman, dan dihadiri langsung oleh Kepala Bapenda Provinsi Kalimantan Selatan Subhan Nor Yaumil, Kepala BPKPAD Edy Wibowo, serta sejumlah pejabat terkait.

Dalam sambutannya, Ikhsan mengapresiasi kegiatan tersebut yang dinilai strategis dalam mendorong kesadaran masyarakat mengenai pentingnya membayar pajak.

“Sinergi antara Pemkot Banjarmasin dan Bapenda Provinsi Kalsel terus kita perkuat, terutama dalam optimalisasi pajak kendaraan bermotor. Ini merupakan kunci peningkatan pendapatan daerah,” ujarnya.


Ikhsan menjelaskan bahwa skema opsen PKB dengan sistem cost sharing mampu mempercepat proses pungutan hingga level kelurahan. Bahkan Pemkot memberikan dukungan operasional berupa hibah kendaraan untuk UPPD Samsat Banjarmasin 1 dan 2 agar pelayanan semakin maksimal.

Ia mengungkapkan bahwa realisasi opsen PKB Kota Banjarmasin kini mencapai sekitar Rp120 miliar. Dengan sistem real-time, penerimaan dari provinsi langsung masuk ke kas daerah tanpa perlu menunggu mekanisme lama.

“Sistem seperti ini memberikan ruang lebih luas bagi daerah dalam berinovasi dan menggerakkan pembangunan. Dengan kondisi sekarang, kami optimis target PAD sebesar Rp400–500 miliar dapat tercapai,” tegasnya.

Kepala BPKPAD Kota Banjarmasin, Edy Wibowo, turut memaparkan capaian pendapatan daerah yang menunjukkan tren positif. Dari target opsen PKB senilai Rp140 miliar, realisasinya telah berada di angka Rp120 miliar, terdiri dari Rp83 miliar PKB, Rp37 miliar BBNKB, dan sekitar Rp3 miliar denda.

Tidak hanya itu, Edy juga menyampaikan perkembangan pajak daerah lainnya, mulai dari hotel, restoran, parkir, hiburan, hingga PBB-P2. Secara keseluruhan, realisasinya sudah mencapai 89 persen atau sekitar Rp427 miliar dari target Rp491 miliar.

“Dengan sisa waktu sekitar satu setengah bulan, kami optimis target pajak sebesar Rp491 miliar bisa tercapai. Jika dihitung bersama retribusi, total target PAD sekitar Rp650 miliar,” ungkapnya.

Menurut Edy, peningkatan tersebut tak lepas dari intensifikasi sosialisasi, layanan, dan edukasi pajak yang dilakukan secara berkelanjutan. Salah satu langkahnya adalah memberikan penghargaan kepada wajib pajak teladan.

“Penghargaan ini kami berikan sebagai motivasi. Jika dibandingkan tahun lalu, ada kenaikan rata-rata sekitar 15 persen pada periode yang sama,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Pemkot Banjarmasin menegaskan komitmen untuk terus memperbaiki layanan pajak, memperkuat kolaborasi antar-instansi, serta membuka ruang inovasi dalam pengelolaan pendapatan daerah.

Langkah strategis yang sudah dan akan terus dilakukan diharapkan mampu mendorong perekonomian kota, mempercepat pembangunan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penulis: Realita Nugraha 

Lebih baru Lebih lama