Trending

Sebanyak 50 Duta AKSEL Siap Hindarkan Masyarakat Dari Kejahatan Digital

 

 

PRESENTASI: Kegiatan Boothcamp Duta AKSEL 2026 yang digelar oleh Bank Kalsel. Foto Dok: Nett


RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL- Setelah tiga hari mengikuti Boothcamp Duta AKSEL 2026, para duta yang berjumlah 50 orang dinyatakan siap mengawal masyarakat untuk terhindar dari kejahatan digital.

Ni'mah Khairati, Duta AKSEL perwakilan dari Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) menyatakan, dirinya dan teman-teman sesama duta akan membawa ilmu yang didapat untuk mengedukasi berbagai pihak tentang literasi dan inklusi keuangan khususnya dalam mencegah kejahatan digital.

"Kami Duta AKSEL 2026 adalah angkatan pertama sebagai duta. Kami berterima kasih atas ilmu dan wawasan diberikan dan siap  mengedukasi keluarga, teman sebaya dan masyarakat sekitar," katanya saat penutupan Boothcamp Duta AKSEL 2026 di Ruang AKSEL 3-4, sabtu (24/10/2026) lalu.


Dirinya mengaku juga sangat terkesan, kegiatan ini membuatnya mendapat wawasan baru dan teman-teman baru. 

"Kegiatannya sangat seru dan saya bangga bisa menjadi salah satu yang mewakili pelajar kabupaten kota di Kalsel," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Kepatuhan Bank Kalsel Firmansyah, menyampaikan, para Duta AKSEL selama tiga hari yaitu mulai Kamis (22/10/2026) hingga Sabtu (24/10/2026) dibekali ilmu pengetahuan literasi dan inklusi keuangan.

"Para duta ini para pelajar sejumlah SMA dari seluruh kabupaten kota di Kalsel. Setelan ini mereka punya kemampuan  memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai transaksi keuangan untuk mengantisipasi maraknya penipuan digital," katanya.

Dikatakan pula, transformasi digital semakin hari semakin kompleks. Generasi muda dapat mengedukasi melalui media sosial dan diharapkan menjadi garda terdepan mencegah kejahatan digital.

"Mereka sebagai benteng pertahanan digital dan penggerak inklusi keuangan di Kalsel," tambahnya.

Dilain pihak, Manager Senior Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kantor OJK Wilayah Kalsel Andika Prassetia menambahkan, bahwa pemuda-pemudi kita adalah aset luar biasa, mereka akrab menggunakan teknologi dan ini peluang untuk menggerakkan mereka dalam literasi dan inklusi keuangan.

"Mereka bisa lebih dekat dengan masyarakat, menjangkau secara luas di masing-masing kabupaten kota di Kalsel, meningkatkan literasi dengan kemahiran mereka menggunakan teknologi," katanya.

Dalam hal ini tandasnya diamanatkan tiga kepentingan. Pertama para duta wajib mengedukasi keuangan melalui literasi dan inklusi dengan mengenal produk berizin, legal, terutama produk Bank Kalsel.

"Kedua, tentunya misi bisnis Bank Kalsel, para duta dapat memperkenalkan bank daerah milik urang banua ini," terangnya.

Ketiga, secara personal meningkatkan kompetensi pribadi dengan menciptakan konten kreatif yang tentunya lebih berbeda dan menjangkau banyak kalangan.(ar)

Lebih baru Lebih lama