![]() |
| KOMPAK: Kontingen Tinju Kalsel sukses menyumbangkan medali emas dalamKejurnas Tinju Amatir 2026 - Foto Dok Diskominfo Kalsel |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Petinju putri Kalimantan Selatan menyumbangkan seluruh medali emas kontingen Banua pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Amatir 2026. Hasil tersebut menjadi modal bagi tim pelatih untuk memperkuat pembinaan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028.
Pada kejuaraan yang memperebutkan Piala Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan itu, kontingen Kalsel meraih total 13 medali, terdiri dari tiga emas, lima perak, dan lima perunggu.
Kejurnas berlangsung di Pluit Village Mall, Jakarta, pada 19–25 Oktober 2026. Tiga medali emas Kalsel masing-masing diraih Beatrix Suguro pada kelas 52 kilogram putri, Haliza Nahdya di kelas 50 kilogram youth putri, serta Felicia Abela Jasmini Ho pada kelas 60 kilogram junior putri.
Pelatih tinju Kalsel, Simeon Tamelab, mengatakan hasil kejurnas menjadi bahan evaluasi untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus menentukan arah pembinaan selanjutnya.
Menurutnya, atlet putri memiliki potensi yang perlu dikembangkan melalui latihan intensif dan peningkatan pengalaman bertanding. Ia juga menilai animo perempuan yang mengikuti latihan tinju di Kalimantan Selatan cukup tinggi.
“Persaingan di kelompok putri tidak seketat di putra, jadi peluang meraih medali di tingkat nasional cukup besar. Nantinya kita akan melakukan pembinaan secara intensif. Apalagi animo perempuan yang berlatih tinju cukup banyak di Banua,” ujar Simeon, Kamis (29/10/2026).
Pembinaan selanjutnya akan diarahkan pada peningkatan teknik, konsistensi latihan, dan kesempatan mengikuti kompetisi regional maupun nasional. Langkah ini diharapkan membuat atlet muda lebih siap menghadapi persaingan pada kejuaraan mendatang.
Meski seluruh emas pada kejurnas tersebut diraih petinju putri, Simeon menegaskan pembinaan atlet putra tetap menjadi bagian dari persiapan tim. Menurutnya, kemampuan teknik petinju putra sudah cukup baik, tetapi masih perlu didukung penguatan mental bertanding dan penambahan jam terbang.
“Kalau petinju putra secara teknis cukup bagus, perlu diperkuat mental tanding dan jam terbang berlaga di tingkat nasional,” katanya.
Untuk memperkuat kesiapan atlet, tim pelatih berencana memperbanyak uji tanding di dalam dan luar Kalimantan. Program tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi agenda kualifikasi dan seleksi menuju PON, termasuk ajang bela diri pada April 2027 dan babak kualifikasi PON pada Oktober 2027.
Melalui evaluasi hasil kejurnas dan pembinaan yang lebih terarah, tinju Kalsel menargetkan dapat meloloskan lebih banyak atlet putra maupun putri ke PON XXII 2028 yang direncanakan berlangsung di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. (rls)
