Trending

164 Tahun Wafat Pangeran Antasari, Supian HK Tekankan Pembangunan untuk Rakyat

ZIARAH: Ketua DPRD Kalsel H. Supian HK menaburkan bunga di makam Pahlawan Nasional Pangeran Antasari - Foto Dok DPRD Kalsel

RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Ketua DPRD Kalimantan Selatan H. Supian HK mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, meneladani semangat perjuangan Pangeran Antasari dan menerapkannya dalam kehidupan serta pembangunan daerah.

Pesan tersebut disampaikan Supian HK saat menghadiri upacara ziarah rombongan untuk memperingati 164 tahun wafatnya Pahlawan Nasional Pangeran Antasari di kompleks makamnya, Jalan Malkon Temon, Banjarmasin Utara, Minggu (11/10/2026).

Upacara yang dimulai pukul 08.00 WITA itu dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Muhammad Syarifuddin selaku pimpinan ziarah. Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut mengikuti kegiatan tersebut.

Rangkaian acara meliputi penghormatan kepada arwah pahlawan, mengheningkan cipta, pembacaan sejarah singkat perjuangan Pangeran Antasari, peletakan karangan bunga, pembacaan doa, tabur bunga, serta penyerahan tali asih kepada ahli waris.

Supian HK mengatakan, ziarah tersebut merupakan bentuk penghormatan atas jasa Pangeran Antasari dalam perjuangan melawan penjajahan demi membela tanah air.

“Alhamdulillah, hari ini kita bersama-sama melaksanakan ziarah untuk mengenang 164 tahun wafatnya Pangeran Antasari. Ini adalah bentuk penghormatan kita atas jasa beliau yang berjuang demi kedaulatan NKRI dari Bumi Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Ia menegaskan, wafatnya Pangeran Antasari lebih dari satu setengah abad lalu tidak menghapus nilai perjuangan yang diwariskannya. Semangat Waja Sampai Kaputing atau pantang menyerah, menurutnya, tetap relevan bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan masa kini.

“164 tahun beliau wafat, tetapi semangatnya tidak pernah wafat. Semangat Waja Sampai Kaputing atau semangat pantang menyerah, keberanian melawan penjajah, dan kecintaan pada Banua dan Indonesia harus kita teladani. Jangan hanya mengenang, tetapi teladani semangat perjuangannya dalam membangun Kalsel hari ini,” tegasnya.

Supian HK juga menekankan bahwa nilai kepahlawanan tidak cukup diperingati melalui upacara dan ziarah. Semangat tersebut, kata dia, perlu diwujudkan melalui kebijakan pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pembangunan Kalsel harus berlandaskan semangat perjuangan Pangeran Antasari, yaitu pembangunan untuk kesejahteraan rakyat. Itu warisan perjuangan yang paling nyata,” katanya.

Selain Supian HK dan Muhammad Syarifuddin, kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Kalsel periode 2016–2021 dan 2021–2024 H. Sahbirin Noor atau Paman Birin, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalsel, Kepala Staf Korem 101/Antasari, serta mantan Wali Kota Banjarmasin H. Ibnu Sina dan mantan Wakil Wali Kota Banjarmasin Ariffin Noor.

Peringatan tersebut menjadi pengingat bahwa warisan perjuangan Pangeran Antasari tidak hanya berkaitan dengan sejarah perlawanan terhadap penjajahan, tetapi juga nilai keteguhan, keberanian, dan pengabdian yang dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat serta pembangunan Banua. (rls)

Lebih baru Lebih lama