Trending

Karhutla Rusak 3.450 Pohon Jeruk di Cerbon, Pemprov Kalsel Salurkan Bibit

SERAH TERIMA: Kepala DPKP Kalsel Syamsir Rahman menyerahkan bibit pohon jeruk kepada petani di Kecamatan Cerbon, Batola - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Kebakaran lahan merusak sekitar 3.450 pohon jeruk milik petani di Kecamatan Cerbon, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan. Luas tanaman yang terdampak mencapai sekitar 17,25 hektare.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel mulai membantu pemulihan dengan menyalurkan bibit jeruk kepada petani terdampak.

Bantuan tersebut diserahkan di Desa Sawahan, Kecamatan Cerbon, Rabu (16/9/2026), setelah DPKP Kalsel melakukan peninjauan terhadap kondisi kebun petani yang terbakar saat musim kemarau.

Kepala DPKP Kalsel Syamsir Rahman mengatakan, sebagian besar tanaman jeruk di lokasi yang terdampak mengalami kerusakan parah akibat kebakaran.

“Tadi sudah dicek, ternyata kebun jeruknya hangus terbakar semua. Padinya memang sempat dipanen, tetapi karena musim kemarau terlalu kering, jeruk yang ada habis terbakar,” kata Syamsir.

Berdasarkan pendataan sementara, kerusakan tanaman jeruk tersebar di empat desa. Desa Sawahan tercatat paling banyak terdampak dengan 1.850 pohon, disusul Badandan 1.000 pohon, Simpang Nungki 300 pohon dan Bantuil 300 pohon.

Syamsir menjelaskan, tanaman jeruk memiliki peran penting bagi petani karena menjadi sumber pendapatan tambahan setelah musim panen padi. Karena itu, kerusakan kebun jeruk turut berdampak terhadap keberlanjutan usaha tani.

“Selain padi, biasanya usaha untuk biaya produksi padi itu dibantu dengan tanaman jeruk. Hari ini padi selamat dari kebakaran, tetapi jeruk tidak bisa diselamatkan. Tanamannya harus diganti dan segera diremajakan,” ujarnya.

Untuk tahap awal, Pemprov Kalsel menyalurkan bibit jeruk yang tersedia di tingkat provinsi. Sebanyak 200 batang diserahkan secara simbolis untuk petani di satu desa, sementara kebutuhan bibit lainnya akan disiapkan pada 2027.

“Kita coba bantu dengan memberikan bibit pohon jeruk secara simbolis kepada para petani atas bantuan Pemprov Kalsel. Nanti kekurangannya kami bantu di tahun 2027,” kata Syamsir.

Selain dampak kebakaran, petani di Barito Kuala juga menghadapi persoalan ketersediaan air selama musim kemarau.

Syamsir menyebut sebagian lahan mengalami kesulitan mendapatkan air. Kondisi tersebut diperberat oleh masuknya air asin ke sejumlah sungai yang turut memengaruhi kebutuhan air untuk pertanian.

Menurutnya, kondisi air menjadi salah satu tantangan bagi keberlanjutan produksi pertanian di Barito Kuala, yang disebut sebagai salah satu daerah andalan pemasok gabah sekaligus sentra jeruk di Kalsel.

Syamsir berharap bantuan bibit dapat menjadi awal bagi petani untuk kembali membangun kebun jeruk yang rusak akibat kebakaran.

“Mudah-mudahan petani kita tetap semangat. Ketahanan pangan harus tetap terjaga, terutama Barito Kuala yang merupakan kabupaten andalan penyuplai gabah dan jeruk di Kalsel,” pungkasnya.

Penulis: H. Faidur 

Lebih baru Lebih lama