![]() |
| SOSOK: Anggota Komisi II DPRD Kalsel Firman Yusi - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), Firman Yusi, meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyusun timeline pelaksanaan program dan realisasi anggaran 2027 sejak awal tahun.
Menurut Firman, perencanaan sejak awal penting untuk mencegah penyerapan anggaran menumpuk pada akhir tahun. Pola tersebut dinilai dapat membuat pelaksanaan program pemerintah kurang optimal dan menunda manfaat pembangunan bagi masyarakat.
“Pola penyerapan anggaran yang cenderung menumpuk di akhir tahun perlu diubah agar pelaksanaan program pemerintah lebih efektif dan manfaat pembangunan dapat segera dirasakan masyarakat,” kata Firman.
Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kalsel itu menyoroti masih adanya sejumlah OPD yang hingga Juli 2026 mencatat serapan anggaran di bawah 50 persen.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perlunya pembenahan dalam perencanaan dan penjadwalan kegiatan. Karena itu, target pelaksanaan program perlu dibagi secara proporsional sejak awal tahun.
“Program harus direncanakan sejak awal tahun, jangan menumpuk di akhir,” tegasnya.
Firman menilai pembagian target pekerjaan antara Semester I dan Semester II akan membuat pelaksanaan program lebih terukur. Selain itu, pola tersebut memberikan ruang bagi pemerintah daerah melakukan penyesuaian melalui APBD Perubahan tanpa mengganggu target yang telah ditetapkan.
“Targetnya sederhana, anggaran terserap tepat waktu dan hasilnya segera dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Firman menegaskan, Komisi II DPRD Kalsel akan terus mengawasi pelaksanaan APBD agar setiap program berjalan sesuai jadwal, tepat sasaran, dan memberikan hasil maksimal bagi pembangunan di Kalsel.
Penulis: Fathur
