Trending

5 Abad Banjarmasin, Neli Listriani Titip Pesan: Khatam Al-Qur’an Harus Jadi Awal

  

RAMAI: Kegiatan Betamat Al-Qur’an TKA-TPA-TQA BKPRMI Unit 001 Iqra Mahligai Al-Qur’an, Jumat (18/9/2026) - Foto Dok Rilis Kominfo Banjarmasin


RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL- Tamat membaca Al-Qur’an bukanlah garis akhir bagi seorang santri. Justru, momen khatam harus menjadi titik awal untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an dan menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan itu disampaikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Banjarmasin sekaligus Pembina LPPTKA BKPRMI Kota Banjarmasin Neli Listriani, saat menghadiri sekaligus menyerahkan penghargaan kepada para santri dalam kegiatan Betamat Al-Qur’an TKA-TPA-TQA BKPRMI Unit 001 Iqra Mahligai Al-Qur’an, Jumat (18/9/2026).

Menurut Neli, keberhasilan menyelesaikan pembelajaran membaca Al-Qur’an patut diapresiasi. Namun, capaian tersebut jangan sampai membuat anak-anak berhenti belajar.

“Tamat Al-Qur’an bukan berarti selesai belajar Al-Qur’an. Justru setelah tamat, anak-anak harus semakin rajin membaca Al-Qur’an,” ujarnya.


Neli menekankan, pendidikan Al-Qur’an sejak usia dini tidak semata-mata bertujuan membuat anak mampu membaca kitab suci dengan baik. Lebih jauh, pendidikan tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam membentuk karakter dan akhlak generasi penerus.

Bagi Neli, Al-Qur’an bukan hanya pedoman dalam beribadah, tetapi juga sumber nilai yang dapat menjadi bekal anak dalam menjalani kehidupan.

Karena itu, nilai-nilai seperti kejujuran, rajin belajar, menghormati orang tua dan guru, serta menyayangi sesama perlu ditanamkan sejak dini. Proses tersebut tidak cukup hanya melalui pembelajaran di tempat mengaji, tetapi juga membutuhkan keteladanan dari keluarga dan lingkungan pendidikan.

“Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga menjadi pedoman dalam kehidupan. Karena itu, anak-anak perlu terus dibimbing agar nilai-nilai yang dipelajari dapat diterapkan dalam keseharian,” pesannya.

Neli juga memberikan apresiasi kepada para orang tua serta ustaz dan ustazah yang selama ini mendampingi para santri. 

Menurutnya, keberhasilan seorang anak mencapai tahap khatam tidak terlepas dari dukungan keluarga dan kesabaran para pengajar dalam membimbing proses belajarnya.

Kegiatan Betamat Al-Qur’an tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan 5 Abad Kota Banjarmasin dan Milad ke-49 BKPRMI.

Momentum tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan perjalanan panjang Kota Banjarmasin, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen dalam menyiapkan generasi yang memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus berkarakter dan berakhlak baik.

“Semoga momentum 5 Abad Kota Banjarmasin ini turut melahirkan generasi yang mencintai Al-Qur’an, memiliki akhlak yang baik, serta menjadi kebanggaan keluarga dan daerah,” harapnya.

Sumber: Rilis Kominfo Banjarmasin

Lebih baru Lebih lama