Trending

5 Abad Banjarmasin, Enam Agama Satukan Doa di Balai Kota

 

DOA BERSAMA: Kegiatan doa bersama dalam kegiatan Harmoni Kebersamaan dan Doa Lintas Agama, minggu (20/9/2026) di Halaman Balai Kota Banjarmasin - Foto Dok Rilis Pemko Banjarmasin

RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL- Memasuki usia 5 abad, Kota Banjarmasin tidak hanya merayakan perjalanan panjang kotanya, tetapi juga meneguhkan semangat kebersamaan di tengah keberagaman. 

Enam agama berkumpul dan memanjatkan doa bersama dalam kegiatan Harmoni Kebersamaan dan Doa Lintas Agama, minggu (20/9/2026) di Halaman Balai Kota Banjarmasin.

Perwakilan Islam, Buddha, Hindu, Protestan, Katolik, dan Konghucu mengikuti doa bersama yang menjadi bagian utama rangkaian kegiatan tersebut. Momentum ini menjadi salah satu gambaran keberagaman yang mewarnai perjalanan Banjarmasin selama lima abad.

Kegiatan tersebut digelar atas arahan langsung Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR. 

Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin menjadikan momentum 5 Abad sebagai ruang untuk memperkuat persaudaraan sekaligus merawat kerukunan antarumat beragama.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar mengatakan, doa lintas agama sengaja menjadi agenda utama dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kebersamaan enam agama dalam satu kegiatan menjadi pesan penting dalam peringatan perjalanan panjang Kota Banjarmasin.

“Atas arahan Wali Kota Banjarmasin, kegiatan utama hari ini adalah doa bersama lintas agama. Dari enam agama, yakni Islam, Buddha, Hindu, Protestan, Katolik dan Konghucu, semuanya melaksanakan doa dan diikuti oleh seluruh peserta,” ungkap Tezar.


Bagi Pemko Banjarmasin, peringatan 5 Abad bukan hanya tentang mengenang sejarah dan perjalanan kota. Momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkuat fondasi kehidupan masyarakat yang hidup berdampingan di tengah perbedaan keyakinan.

Semangat itu kemudian diterjemahkan dalam berbagai kegiatan yang menyatukan masyarakat. Selain doa lintas agama, kegiatan juga dirangkai dengan penggalangan dana bagi korban bencana, jalan santai, donor darah hingga pemeriksaan kesehatan gratis.

Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa semangat kebersamaan tidak berhenti pada simbol dan doa, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian sosial dan aksi nyata untuk masyarakat.

Dirinya juga mengatakan, seluruh kegiatan sengaja dikemas dalam satu momentum agar semangat 5 Abad Banjarmasin dapat dirasakan bersama oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Semua ini dikemas dalam satu acara, yang diinginkan Wali Kota dan seluruh pelaksana, agar dapat dilaksanakan bersama-sama. Ini menunjukkan bahwa Kota Banjarmasin sangat harmonis dan memiliki toleransi beragama yang sangat tinggi,” jelasnya.

Menurutnya, doa bersama menjadi bagian penting dalam merawat kerukunan, sementara kegiatan sosial dan pelayanan kesehatan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Di usia 500 tahun, pesan yang ingin dibangun pun menjadi semakin kuat perjalanan panjang Banjarmasin tidak hanya ditandai oleh perkembangan kota, tetapi juga oleh kemampuan masyarakatnya menjaga kebersamaan di tengah keberagaman.

“Semoga dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Banjarmasin secara umum dan masyarakat luas pada umumnya,” pungkasnya.

Sumber: Rilis Pemko Banjarmasin

Lebih baru Lebih lama