Trending

100 Pasis Seskoau Kuliah Kerja di Kalsel, Teliti Ketahanan Energi hingga Perkuat Penanganan Karhutla

KOMPAK: Gubernur Muhidin bersama 100 Perwira Siswa Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Udara (Seskoau) Angkatan ke-65 - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Sebanyak 100 Perwira Siswa Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Udara (Seskoau) Angkatan ke-65 melakukan Kuliah Kerja Penelitian di Kalimantan Selatan. Selain mengkaji sektor energi dan ketahanan nasional, para Pasis juga akan bergabung dalam Posko Tanggap Darurat Karhutla Kalsel.

Kegiatan tersebut diterima Pemerintah Provinsi Kalsel di Gedung Auditorium Dr. KH. Idham Chalid, Banjarbaru, Selasa (1/9/2026) pagi.

Para Pasis terdiri dari 90 TNI AU, dua TNI AD, empat TNI AL, tiga Polri, dan satu perwira dari Singapura. Mereka akan mengumpulkan data serta melihat langsung kondisi sektor energi di Kalsel sebagai bagian dari penelitian sebelum mengikuti seminar akhir pendidikan.

Gubernur Kalsel H. Muhidin dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekdaprov Kalsel H. M. Syarifuddin mengatakan, energi tidak hanya berkaitan dengan produksi dan pasokan, tetapi juga memiliki kaitan dengan ketahanan dan pertahanan negara.

“Energi bukan hanya urusan ekonomi, tetapi juga bagian dari pertahanan,” ujar Muhidin.

Menurutnya, penelitian para Pasis menjadi kesempatan untuk melihat Kalsel tidak hanya sebagai daerah penghasil energi, tetapi juga sebagai daerah pengolah dan penyalur energi. Posisi tersebut dinilai semakin strategis seiring perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Muhidin berharap hasil penelitian tidak berhenti sebagai kajian akademik, tetapi dapat memberikan masukan bagi penguatan kebijakan energi dan ketahanan nasional.

“Kami berharap penelitian ini memberi manfaat bagi ketahanan energi bangsa,” tuturnya.

Sementara itu, Komandan Seskoau Marsekal Muda TNI Dr. Jorry S. Koloay mengatakan hasil penelitian para Pasis diharapkan dapat memberikan masukan bagi kepentingan pertahanan negara, khususnya dalam memperkuat tata kelola dan strategi ketahanan energi.

Selain menjalankan penelitian, para Pasis juga akan bergabung dengan Posko Tanggap Darurat Karhutla Kalsel.

Keterlibatan tersebut akan disesuaikan dengan kompetensi yang dimiliki, mulai dari operasi udara, water bombing, modifikasi cuaca, surveilans, logistik, kesehatan, psikologi hingga penegakan hukum.

“Pasis akan bergabung dengan Posko Tanggap Darurat untuk memperkuat penanganan Karhutla,” ujar Jorry.

Menurut Jorry, keterlibatan langsung di lapangan menjadi kesempatan bagi para Pasis untuk menggabungkan pengetahuan akademik dengan pengalaman nyata. Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait dalam menghadapi persoalan strategis di daerah.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Kalsel terhadap pelaksanaan Kuliah Kerja Penelitian Seskoau Angkatan ke-65.

“Mari bersama-sama memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Dirreskrimum Polda Kalsel Kombes Pol Fridaus Situmorang, Kasrem 101/Antasari Kolonel Inf Roy Fahrul Rozi, S.E., M.Tr.Han., Kabag Ops BINDA Kalsel, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel Ariadi Noor, Kepala ESDM Kalsel Endarto, Kepala Bappeda Kalsel Sukrapti Astuti, Senior Manager Perencanaan PLN UID Kalsel dan Tengah Rosyid Suharsono, serta jajaran pejabat terkait dan Pasis Seskoau Angkatan ke-65.

Penulis: H. Faidur

Lebih baru Lebih lama